LENTERA Menyala di MAN 2 Yogyakarta, OSIS Rajut Jejaring Pemimpin Muda Madrasah DIY

Foto suasana pembukaan LENTERA di Aula Lantai 3

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Semangat membangun kepemimpinan kolaboratif tampak dalam kegiatan LENTERA (Leaders Network of OSIS Madrasah DIY) yang diselenggarakan oleh OSIS MAN 2 Yogyakarta. Senin (27/07/2026), kegiatan ini menjadi ruang bertemunya para pengurus OSIS madrasah untuk memperluas jejaring, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda. Mengusung semangat sinergi dan inovasi, LENTERA menghadirkan narasumber inspiratif, Dr. H. Diah Ajeng Purwani, S.Sos., M.Si., yang membagikan wawasan mengenai karakter pemimpin yang adaptif di tengah perubahan zaman.

Dalam paparannya, Dr. H. Diah Ajeng Purwani menekankan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang efektif, empati, dan integritas dalam setiap keputusan. ”Dalam mengelolah organisasi saat ini, ananda harus yakin untuk menjadikan organisasi sebagai laboratorium pembelajaran yang melatih keberanian mengambil inisiatif, menyelesaikan persoalan, dan bekerja dalam tim. Komunikasi secara interaktif ini mendorong ananda mengemukakan gagasan mengenai solusi dari tantangan kepemimpinan di lingkungan madrasah,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung melalui sesi tanya jawab, diskusi kelompok, dan berbagi praktik baik pengelolaan organisasi siswa. LENTERA tidak hanya mempertemukan para pengurus OSIS dari berbagai madrasah, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi yang diharapkan mampu melahirkan berbagai program bersama yang berdampak positif bagi peserta didik. Suasana penuh semangat dan kebersamaan mencerminkan komitmen para pemimpin muda untuk terus belajar, bertumbuh, dan saling menginspirasi.

Melalui kegiatan ini, OSIS MAN 2 Yogyakarta kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak lahirnya ekosistem kepemimpinan pelajar yang progresif, inklusif, dan berdaya saing. LENTERA menjadi simbol bahwa kepemimpinan tidak tumbuh secara instan, melainkan dibangun melalui jejaring, pembelajaran, dan kolaborasi yang berkelanjutan. Diharapkan kegiatan ini mampu melahirkan generasi pemimpin madrasah yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan karakter kuat, wawasan luas, dan semangat melayani.(cio)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp