Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Kegiatan literasi Baca Balik Cerita kembali berlangsung di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Kali ini, Farras Hasna Khairunisa, siswi kelas XII A, membagikan pengalaman membacanya melalui ulasan buku berjudul Hari Ini Aku Datang Kembali ke Toko Buku Kobayashi karya Tetsuya Kawakami, Selasa (287/07/2026) pukul 15.00 WIB, bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A. Md.
Dengan penuh
penghayatan, Farras menceritakan kisah tentang sebuah toko buku yang telah lama
berdiri. Seiring berjalannya waktu, toko tersebut mulai sepi dan menghadapi
berbagai tantangan. Kondisi itu membuat pemilik toko harus berusaha menemukan
cara agar toko buku tersebut tetap bertahan dan kembali diminati oleh para
pembaca.
Menurut Farras,
kisah tersebut memberikan hikmah bahwa seseorang harus mampu berpikir kreatif
dan berani melakukan inovasi ketika menghadapi perubahan. Kreativitas menjadi
penting karena keadaan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Dengan
menghadirkan ide-ide baru dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,
sesuatu yang hampir kehilangan peminat tetap dapat dipertahankan dan diberi
kehidupan baru.
“Dari cerita ini
saya belajar bahwa kita harus kreatif dan tidak mudah menyerah ketika
menghadapi keadaan yang sulit. Kita perlu mencari cara baru agar sesuatu yang
kita perjuangkan tetap bisa bertahan dan memberikan manfaat bagi orang lain,”
ungkap Farras.
Nuryanti
terkesan dengan isi buku yang diceritakan Farras. Menurutnya, Farras mampu
menangkap pesan penting dari kisah tersebut dan menyampaikannya dengan penuh
penghayatan. Bagi Nuryanti, cerita tentang toko buku bukan sekadar kisah
tentang sebuah tempat untuk membeli dan membaca buku, tetapi juga menggambarkan
perjuangan untuk mempertahankan kecintaan terhadap buku di tengah perubahan
zaman.
“Yang menarik
dari cerita Farras adalah bagaimana sebuah toko buku yang mengalami kesepian
dan tantangan justru mengajarkan kita tentang pentingnya kreativitas, inovasi,
dan kemampuan beradaptasi. Buku ini mengingatkan kita bahwa kecintaan terhadap
buku harus terus dirawat dengan cara-cara yang kreatif agar tetap hidup dan
dekat dengan generasi pembaca,” tutur Nuryanti.
Menurut
Nuryanti, kegiatan Baca Balik Cerita menjadi ruang bagi siswa untuk tidak
berhenti pada aktivitas membaca. Setelah membaca, siswa diajak untuk memahami,
memaknai, dan menceritakan kembali isi buku yang telah dibacanya. Dengan
demikian, pengalaman membaca menjadi lebih bermakna karena gagasan dan hikmah
dari sebuah buku dapat dibagikan kepada orang lain.
Literasi Baca
Balik Cerita di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus menjadi gerakan untuk
menumbuhkan budaya membaca sekaligus membangun keberanian siswa dalam berbagi
cerita. Melalui kegiatan ini, setiap buku yang telah selesai dibaca tidak
berhenti menjadi cerita di dalam diri pembacanya, tetapi kembali hidup melalui
cerita yang dibagikan kepada orang lain. (nur)
Berikan Komentar