Lewat Review Buku, Aisah Rizkita Sari XE Ungkap Pesan Menarik dari Malioboro at Midnight” di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Aisah Rizkita Sari kelas XE mmeriview buku "Malioboro at Midnigth" bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Perpustakaan sekolah kembali dipenuhi semangat literasi pada Selasa, 12 Mei 2026 pukul 14.40 WIB. Dalam kegiatan “Baca, Balik, Cerita”, siswa diajak tidak hanya membaca dan mengembalikan buku, tetapi juga membagikan pengalaman membaca mereka kepada Pustakawan.

Pada kesempatan tersebut, Aisah Rizkita Sari dari kelas XE tampil memukau saat me-review buku Malioboro at Midnight. Dengan gaya ceria, penuh ekspresi, dan pembawaan yang hangat, Aisah berhasil membuat suasana perpustakaan terasa hidup. Ia menceritakan bagaimana buku tersebut membawa pembaca menyusuri suasana malam Malioboro yang penuh kenangan, harapan, dan kisah kehidupan yang menyentuh hati.

Menurut Aisah, Malioboro at Midnight bukan sekadar novel biasa. Buku itu menggambarkan perjalanan seseorang dalam menghadapi luka, kehilangan, dan proses menemukan kembali arti bahagia. Alur cerita yang ringan namun emosional membuat pembaca merasa dekat dengan setiap tokohnya.

Penyampaian Aisah yang begitu menghayati cerita membuat Pustakawan MAN 2 Yogyakarta Nuryanti A.Md ikut terbawa suasana. Nuryanti mengaku seolah dapat melihat langsung gemerlap Malioboro di malam hari melalui cara Aisah menggambarkan isi buku tersebut. Ekspresi, intonasi, dan semangat yang ditunjukkan Aisah membuat cerita terasa nyata dan menarik untuk diikuti hingga akhir.

Nuryanti juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat menyenangkan karena tidak hanya melatih keberanian berbicara tetapi juga membuat siswa semakin tertarik untuk membaca buku dan berbagi cerita.

Di akhir review, Aisah menyampaikan bahwa pelajaran yang Ia dapatkan dari Malioboro at Midnight adalah tentang pentingnya menerima setiap proses kehidupan dengan ikhlas dan berani melangkah meski pernah terluka. Selain itu, buku tersebut mengajarkan bahwa setiap pertemuan, kenangan, dan persahabatan memiliki makna yang berharga dalam hidup seseorang.

Kegiatan literasi seperti “Baca, Balik, Cerita” menjadi bukti bahwa membaca bukan hanya tentang menyelesaikan halaman demi halaman, tetapi juga tentang memahami makna, merasakan emosi, dan mampu membagikan inspirasi kepada orang lain. Dari perpustakaan, lahirlah kebiasaan membaca, keberanian bercerita, serta generasi muda yang kaya wawasan dan imajinasi. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp