Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Membaca bukan sekadar mengikuti perjalanan tokoh dalam sebuah cerita, melainkan juga memahami nilai keberanian, kemanusiaan, dan perjuangan mempertahankan kebenaran. Semangat inilah yang tercermin dalam ulasan buku Laut Bercerita karya Leila S. Chudori oleh Syatia Regita Cahaya Mustika, siswi kelas XI H, di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Jumat (09/10/2026).
Dalam kegiatan yang
berlangsung pukul 15.00 WIB bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A.
Md., Syatia mengangkat kisah perjuangan para aktivis yang berani menyuarakan
aspirasi di tengah situasi penuh tekanan. Cerita dalam novel ini membawa
pembaca menyelami pergulatan batin, keberanian mengambil sikap, serta
konsekuensi yang harus dihadapi ketika seseorang memilih berdiri di pihak
kebenaran.
Bagi Syatia, Laut
Bercerita bukan hanya bacaan yang menyuguhkan kisah perjuangan, tetapi juga
pengingat bahwa menyampaikan pendapat dan memperjuangkan kebenaran membutuhkan
keberanian serta keteguhan hati.
“Pesan moral yang
saya dapatkan dari buku ini adalah jangan takut menyampaikan aspirasi dan
memperjuangkan kebenaran. Kita harus berani bersuara ketika ada sesuatu yang
perlu diperjuangkan,” ungkap Syatia.
Pustakawan MAN 2
Yogyakarta, Nuryanti A. Md., mengapresiasi pilihan bacaan Syatia yang
mengangkat tema perjuangan dan keberanian menyampaikan suara. Menurutnya, karya
sastra seperti Laut Bercerita dapat memperluas wawasan siswa sekaligus
menumbuhkan kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan dan nilai-nilai demokrasi.
Literasi
mengajarkan kita untuk tidak berhenti pada apa yang tertulis di dalam buku.
Lebih dari itu, membaca membantu siswa membangun pemikiran kritis, memahami
sudut pandang orang lain, dan memiliki keberanian untuk memperjuangkan hal yang
benar dengan cara yang bertanggung jawab,” tutur Nuryanti.
Ulasan Syatia
menjadi salah satu contoh bahwa buku dapat membuka ruang dialog tentang
sejarah, kemanusiaan, dan keberanian bersikap. Melalui kegiatan berbagi cerita,
siswa memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pemahaman sekaligus
menghubungkan isi bacaan dengan nilai-nilai kehidupan.
Program Baca Balik
Cerita (Calita) di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus dikembangkan sebagai
wadah bagi siswa untuk membaca, merefleksikan isi buku, dan membagikan
inspirasi kepada sesama. Sebab, dari halaman-halaman buku, tumbuh keberanian
untuk berpikir kritis, kepedulian terhadap sesama, dan semangat menyuarakan
kebenaran. (nur)