Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Rafsanjani Aflah, siswa kelas XI D mengikuti kegiatan Literasi Baca Balik Cerita di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta bersama Pustakawan Nuryanti A.Md, Rafsanjani Aflah membagikan pengalaman membacanya melalui kegiatan review buku Animal Farm karya George Orwell. Kegiatan dilaksanakan Senin (31/08/2026) Pukul 12.30 WIB.
Dalam
reviewnya, Aflah mengungkapkan bahwa cerita tersebut mampu membangkitkan
berbagai emosi selama proses membaca. Ia merasa sebel sekaligus greget
mengikuti jalan cerita, terutama ketika melihat kelakuan tokoh antagonis dalam
cerita, yaitu para babi yang menipu dan memanfaatkan kawanan hewan lainnya.
“Selama
membaca Animal Farm, saya merasa sebel dan greget karena kelakuan tokoh
antagonisnya, yaitu babi yang menipu kawanan hewan lainnya,” ujar Aflah.
Menurut
Aflah, Animal Farm tidak sekadar bercerita tentang kehidupan para hewan, tetapi
juga menyampaikan pesan moral tentang kekuasaan, keserakahan, manipulasi, dan
pentingnya bersikap kritis. Ia menangkap bahwa kekuasaan yang tidak diawasi dapat
disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan merugikan pihak lain.
“Pesan
moral yang saya dapat adalah kita harus tetap kritis dan tidak mudah percaya
begitu saja terhadap perkataan seseorang, terutama ketika seseorang memiliki
kekuasaan dan kepentingan tertentu,” tambah Aflah.
Pustakawan
MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md., mengapresiasi kegiatan review yang dilakukan
Aflah. Menurutnya, buku Animal Farm merupakan bacaan yang menarik untuk
didiskusikan karena mengajak pembaca tidak hanya menikmati cerita, tetapi juga
berpikir lebih dalam mengenai perilaku manusia dan kehidupan sosial.
“Melalui
kegiatan review, siswa belajar menyampaikan pendapat sekaligus menemukan
nilai-nilai yang terkandung dalam buku. Ketika sebuah buku mampu membuat
pembaca merasa sebel, greget, bahkan mempertanyakan tindakan tokohnya, berarti
buku tersebut berhasil mengajak pembaca berpikir,” tutur Nuryanti.
Kegiatan
review buku menjadi salah satu bagian dari upaya Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta
dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan siswa. Melalui kegiatan ini,
siswa tidak hanya membaca, tetapi juga diajak memahami, merefleksikan, dan
menceritakan kembali gagasan yang diperoleh dari buku.
Kegiatan
literasi di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus dikembangkan sebagai ruang bagi
siswa untuk menemukan cerita, menyampaikan gagasan, dan membangun kebiasaan
membaca. Karena setiap buku punya cerita, dan setiap pembaca punya cerita untuk
dibagikan. (nur)
Berikan Komentar