Madrasah Istimewa: MAN 2 Yogyakarta Ramah Difabel dan Anak untuk Wujudkan Sekolah Inklusif

Foto guiding block di MAN 2 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Menjadi madrasah yang istimewa bukan hanya tentang prestasi yang diraih, tetapi juga tentang bagaimana setiap warga madrasah merasa diterima, dihargai, dan mendapatkan ruang yang sama untuk tumbuh. Kamis (03/09/2026), semangat itulah yang terus dibangun MAN 2 Yogyakarta melalui komitmennya menciptakan lingkungan madrasah yang inklusif, aman, dan ramah bagi seluruh warga madrasah. Salah satu wujud nyatanya hadir melalui pembangunan jalur pejalan kaki ramah difabel yang sekaligus terintegrasi dengan Program Sekolah Ramah Anak.

Jalur pejalan kaki tersebut dilengkapi guiding block atau paving taktil, ram khusus kursi roda, serta rambu petunjuk untuk membantu mobilitas warga madrasah, khususnya penyandang disabilitas. Kehadiran fasilitas ini diharapkan membuat murid, guru, maupun warga madrasah lainnya dapat bergerak dari kelas menuju masjid, perpustakaan, lapangan, dan berbagai ruang lainnya dengan lebih aman dan mandiri. Lebih dari sekadar fasilitas fisik, jalur ini menjadi pesan bahwa akses untuk belajar dan beraktivitas merupakan hak setiap warga madrasah tanpa terkecuali.

Afwan Suhaimi, Wakil Kepala Bidang Sarana Prasarana menambahkan bahwa pengembangan lingkungan ramah difabel dan ramah anak juga menjadi bagian dari penanaman nilai Panca Cinta, terutama cinta kepada sesama dan cinta lingkungan. “Ketika siswa terbiasa menghargai teman difabel dan menjaga kebersihan jalur, karakter peduli dan toleransi mereka akan terbentuk. Dengan demikian, fasilitas yang dibangun tidak berhenti sebagai infrastruktur, tetapi menjadi media pembelajaran karakter yang mengajarkan kepedulian melalui pengalaman sehari-hari,” imbuhnya.

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh warga MAN 2 Yogyakarta, salah satunya Retno Wulandari, S.Si., yang memiliki keterbatasan penglihatan dan merasakan kemudahan dengan adanya jalur berwarna terang serta memiliki tekstur berbeda. “Saya sangat merasakan manfaat adanya jalur pejalan kaki khusus yang mempunyai warna terang dan tekstur yang berbeda, sehingga memudahkan saya berjalan menuju kelas. Saya mengapresiasi untuk layanan prima ini. Terima kasih MAN 2 Yogyakarta yang luar biasa,” tuturnya.

Manfaat utama jalur ini, memberikan akses setara ke anak difabel atau warga madrasah yang sedang mengalami kesulitan. Kemudahan akses tersebut merupakan bagian dari penghormatan terhadap hak setiap murid untuk belajar dan beraktivitas dengan nyaman, aman, serta bermartabat. Jalur pedestrian pun dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan mobilitas, tetapi juga menghadirkan suasana yang lebih teduh melalui kanopi, tempat duduk, serta tanaman peneduh.(eno)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp