Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – MAN 2 Yogyakarta terus menghadirkan inovasi dalam pendidikan melalui Program Madrasah Plus Keterampilan. Meski secara umum program ini identik dengan jalur non-akademik, madrasah justru menempatkannya sebagai penguat jalur akademik karena hampir seluruh siswanya sekitar 98 persen berorientasi melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Hal ini ditegaskan kembali oleh Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd, M.Pd saat gelar sosialisasi Praktek Kerja Industri (Prakerin).
Program
keterampilan di MAN 2 Yogyakarta berfokus pada bidang broadcast dan multimedia.
Dua bidang ini dipilih karena dinilai relevan dengan kebutuhan masa depan dan
mampu memberikan nilai tambah bagi murid saat memasuki dunia kampus maupun
dunia kerja. Peserta didik dibekali kemampuan teknis mulai dari pengambilan
gambar, editing, penyiaran, hingga produksi konten kreatif.
Pihak
madrasah menegaskan bahwa keterampilan tersebut membuat lulusan MAN 2
Yogyakarta tampil berbeda ketika berada di lingkungan kampus. “Anak-anak akan
menjadi lebih dikenal, lebih dipercaya, dan lebih sering dilibatkan,” demikian tandas
Kepala Madrasah Hartiningsih didampingi Wakaur Kurikulum Fajar Basuki Rahmat,
S.Ag. Mereka membawa kompetensi yang jarang dimiliki mahasiswa baru, sehingga
menjadi sorotan positif dalam berbagai kegiatan akademik.
Sebagai
bagian dari pembinaan keterampilan, MAN 2 Yogyakarta menyelenggarakan
sosialisasi Praktek Kerja Industri (Prakerin) bagi orang tua dan siswa kelas XI
B pada Senin, (1/12/2025). Kegiatan berlangsung pukul 10.00 WIB di Ruang BC (Broad
Casting), dipimpin langsung oleh kepala madrasah beserta tim pembina
keterampilan.
Sosialisasi
ini digelar untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai tujuan Prakerin,
mekanisme pelaksanaan, serta peran orang tua dalam mendukung kesiapan anak-anak
selama berada di lokasi industri.
Sebanyak
24 siswa kelas XI B siap mengikuti Prakerin tahun ini. Dua lembaga penyiaran
profesional, TVRI Yogyakarta dan Tribun TV, menjadi mitra utama dalam
pelaksanaan kegiatan.
Para siswa yang akan ditempatkan di TVRI Yogyakarta
adalah Achmad Arlis Suwandhiarso, Alya Zhafirah Putri Sulaiman,
Anindya Keyzia Michayla Zahra, Anindya Nalani, Anisah Kamila, Azyro Zumarhadi
Harahap, Dhiya Perdana Musyafa, Keisha Batrisyia Rahman, Khairunnisa Zahra,
Khilda Rosydah, Meita Dewi Rahmawati, Nahla Arsyita Nurhasna, Raan Abbad, Salma
Putri Nur Latifah, Sasi Kirana Putri, Sylvia Dina Assyifa, Yola Ziferlin Y.,
dan Zahra Pramita Furi Afghani.
Sementara itu, siswa yang akan ditempatkan di TRIBUN TV
adalah Clarissa Syafiya Wibowo, Ayu Nismara Prameswary, Fannan
Hafiz Mafaza Raditya, Afnan Neo Sayfatih Kurniawan, Maitsa ‘Aqila Ma’ruf, dan
Fawwaza Danish Kayana.
Selain
kompetensi teknis, para direktur tempat magang selalu menyoroti satu keunggulan
khas siswa MAN 2 Yogyakarta: akhlak dan attitude. Sikap santun, kemampuan
berkomunikasi dengan baik, serta kebiasaan menjaga ibadah menjadi ciri kuat
yang membedakan mereka dari peserta magang lain, termasuk dari sekolah
kejuruan.
Rasa syukur, harapan, sekaligus kebanggaan dikemukakan Aning, panggilan akrab Kepala Madrasah, "ketika
azan berkumandang, murid MAN 2 Yogyakarta bergegas menunaikan salat tanpa
diminta. Mereka bekerja dengan disiplin, menghormati mentor, dan mampu menjadi
teladan bagi rekan-rekan magang lainnya. Nilai-nilai inilah yang disebut
madrasah sebagai “jalur langit”, modal moral yang akan mengantarkan mereka
menuju kesuksesan jangka panjang."
Program Madrasah Plus Keterampilan tidak hanya membekali peserta didik dengan kemampuan teknologi terkini, tetapi juga menanamkan karakter kuat yang diperlukan di dunia akademik maupun profesional. Kolaborasi antara orang tua, guru, dan pembina industri diharapkan mampu memperkuat langkah madrasah dalam melahirkan generasi berkarakter, kreatif, dan siap berdaya saing. (pusp)
Berikan Komentar