Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – MAN 2 Yogyakarta menggelar Uji Publik Kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027 pada Kamis (18/06/2026) di aula lantai 3. Perhelatan digelar sebagai langkah strategis memastikan kurikulum yang disusun mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan sekaligus memperkuat identitas madrasah. Kegiatan yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan ini berlangsung dengan penuh semangat kolaborasi dan menghasilkan beragam masukan konstruktif untuk penyempurnaan dokumen kurikulum.
Dalam
sambutannya, Hartiningsih, S.Pd, M.Pd, Kepala MAN 2 Yogyakarta menyampaikan
bahwa dokumen kurikulum telah melalui proses penyusunan yang matang, mulai dari
enam kali rapat pembahasan hingga proses review secara berkelanjutan, Kurikulum
tersebut dibangun di atas berbagai keunggulan madrasah, antara lain penguatan
karakter Islami, peningkatan mutu akademik dengan target yang terukur,
transformasi digital, dan pengembangan budaya madrasah unggul.
Berbagai
program unggulan yang menjadi ciri khas MAN 2 Yogyakarta juga diintegrasikan
dalam kurikulum, seperti halaqah, penguatan bahasa asing, kegiatan
intrakurikuler dan ekstrakurikuler, pendampingan menuju perguruan tinggi negeri
unggulan, serta penguatan budaya riset. Seluruh program tersebut diarahkan
untuk menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter, dan mampu
bersaing di tingkat global.
“Kurikulum
ini diharapkan menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan visi dan misi
madrasah serta menjadi pedoman bagi guru dan tenaga kependidikan dalam
melaksanakan pembelajaran,” ungkap Kepala MAN 2 Yogyakarta.
Kabid
Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama DIY, H. Sidik Pramono, S.Ag.,
M.S., memberikan apresiasi atas pelaksanaan uji publik yang dilakukan sebelum
tahun ajaran baru dimulai. Menurutnya, dokumen kurikulum yang telah disusun
dengan penuh energi dan pemikiran tersebut tidak boleh berhenti sebagai dokumen
administratif semata.
“Harapan
kami, kurikulum ini menjadi kitab kerja madrasah yang benar-benar
diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia
juga menegaskan pentingnya integrasi program prioritas Kementerian Agama dalam
kurikulum, seperti Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan melalui Kurikulum Berbasis
Cinta (KBC), pendidikan unggul yang ramah dan terintegrasi, penguatan
ekoteologi, serta digitalisasi madrasah.
Ketua
Komite MAN 2 Yogyakarta, Drs. H. Nur Abadi, M.A., menyoroti pentingnya
penguatan Kurikulum Berbasis Cinta, program ekoteologi, serta pembangunan Zona
Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Menurutnya,
keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga
dari terbentuknya pengetahuan moral, perasaan moral, dan perilaku moral peserta
didik.
Berbagai
masukan juga disampaikan oleh narasumber dari Balai Dikmen Kabupaten Bantul, Suwito,
S.Pd., M. Pd; Pendamping Satuan Pendidikan Kemenag Kota Yogyakarta dan pengawas
madrasah, Hj. Evi Effrisanti, S.TP, Sub
Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah
Istimiwa Yogyakarta, Hj. Anita Isdarmini, S.Pd, M.Hum serta Kasi
Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Yogyakarta, Hj. Elfa Tsurayya, S.Pd.,
M.Pd.,M.Pd.I.
Masukan
tersebut mencakup penguatan analisis rapor pendidikan, integrasi Dimensi Profil
Lulusan, pengembangan kokurikuler berbasis proyek, penguatan moderasi beragama,
evaluasi kurikulum berbasis data, hingga penyempurnaan aspek teknis dan tata
tulis dokumen.
Salah
satu perhatian yang mengemuka adalah pentingnya penguatan pendidikan karakter
melalui program Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), implementasi 7 Kebiasaan Anak
Indonesia Hebat, pengelolaan lingkungan melalui program ekoteologi, serta
kesiapsiagaan bencana melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Perwakilan
peserta didik yang hadir, Andini, Ketua MPK dan Ketua OSIS Karendra juga
memberikan pandangan positif terhadap pengembangan kurikulum. Mereka mendukung
program reboisasi pada Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA), penguatan lintas
minat untuk mendukung pemilihan jurusan di perguruan tinggi, serta pelaksanaan
simulasi kebencanaan secara berkala.
Menutup
kegiatan, Kepala MAN 2 Yogyakarta menyampaikan terima kasih atas berbagai
masukan yang diberikan. Seluruh rekomendasi akan menjadi bahan penyempurnaan
dokumen sebelum diterapkan pada Tahun Ajaran 2026/2027.
“Kami
berterima kasih atas berbagai saran dan masukan yang sangat detail. Semua akan
kami tindak lanjuti demi penyempurnaan kurikulum. Mari kita perkuat kerja sama
dan kolaborasi untuk mewujudkan lulusan MAN 2 Yogyakarta yang berintegritas,
berdaya saing, dan berbudaya,” tuturnya.
Dokumen
Kurikulum MAN 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2026/2027 sendiri disusun melalui
proses yang panjang, partisipatif, dan berbasis evaluasi. Tim pengembang
kurikulum dikomando Wakaur Kurikulum Fajar Basuki Rahmat, S.Pd, sebagai ketua
TPK, Sri Narwanti, S.Pd, M.Pd dan Sri Purwati, S.Pd, M.Pd selaku sekertaris. TPK
melakukan serangkaian rapat, kajian regulasi terbaru, analisis rapor
pendidikan, evaluasi pelaksanaan kurikulum tahun sebelumnya, serta penjaringan
aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan.
Sebelum
dipublikasikan, dokumen tersebut telah dibahas dalam enam kali rapat intensif
dan melalui proses review berjenjang oleh pengawas, komite madrasah, praktisi
pendidikan, serta unsur Kementerian Agama. Uji publik menjadi tahapan penting
untuk memastikan kurikulum yang dihasilkan tidak hanya memenuhi aspek
administratif dan regulatif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan peserta
didik, perkembangan pendidikan nasional, serta tantangan global. Dengan proses
penyusunan yang kolaboratif dan terbuka tersebut, MAN 2 Yogyakarta berharap
kurikulum yang dihasilkan menjadi dokumen hidup yang benar-benar
diimplementasikan untuk mewujudkan madrasah yang unggul, berintegritas, dan
berdaya saing. (pusp)
Berikan Komentar