Yogyakarta
(MAN 2 Yogyakarta) – Dalam
upaya memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan lingkungan berbasis sekolah, Kamis
(16/04/2026) tiga mahasiswa Ilmu Komunikasi Program Studi Pendidikan Lingkungan
dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta melakukan
kunjungan studi lapangan ke MAN 2 Yogyakarta, yang menjadi kandidat juara
pertama Lomba Kebersihan Sekolah tingkat Kota Yogyakarta tahun 2026.
Mahasiswa
UIN Lala, Arsha Marsha dan Fatil, melaksanakan kunjungan sebagai bagian dari
tugas mata kuliah Manajemen Lingkungan Sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk
mempelajari secara langsung praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan
lingkungan sekolah, khususnya terkait peran serta murid dalam pengelolaan
sampah, efisiensi energi, serta dukungan terhadap program Masyarakat Jogja Olah
Sampah (Mas JOS) Pemerintah Kota Yogyakarta.
Ketua
tim mahasiswa Lala, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi studi didasarkan pada
berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh MAN 2 Yogyakarta. “Kami memilih MAN
2 Yogyakarta karena inovasi dalam pemanfaatan minyak jelantah (mijel) dan bank
sampah yang berhasil mengurangi produksi sampah dengan mengolahnya menjadi
produk yang bermanfaat selain itu kami menilai MAN 2 Yogyakarta sebagai
madrasah yang bderprestasi,” ujarnya.
Dalam
kegiatan tersebut, para mahasiswa melakukan wawancara langsung dengan kepala madrasah,
guru, pegawai, serta murid. Salah satu fokus utama adalah pengelolaan bank
sampah yang dijalankan oleh Agen Perubahan Lingkungan MAN 2 Yogyakarta (APEL
Mandaya) yang menjadi motor penggerak kesadaran lingkungan di kalangan siswa.
Kepala
madrasah Hartiningsih menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyampaikan bahwa
madrasah terbuka untuk berbagi praktik baik dalam pengelolaan lingkungan.
“Dengan jargon Ukir Prasasti dengan Prestasi, kami menanamkan bahwa
prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan budaya yang harus dibangun sejak
dini,” tuturnya.
Selain
wawancara, para mahasiswa juga melakukan observasi langsung terhadap kondisi
lingkungan madrasah. Salah satu mahasiswa Marsya, mengaku terkesan dengan
kebersihan lingkungan di MAN 2 Yogyakarta. “Sangat impresif. Tidak terlihat
adanya tumpukan sampah yang tidak terurus. Lingkungan benar-benar terjaga
dengan baik,” ungkapnya.
Melalui
kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa dapat memperoleh wawasan dan inspirasi
dalam mengembangkan konsep pengelolaan lingkungan sekolah yang berkelanjutan,
serta mendorong penerapan praktik serupa di berbagai satuan pendidikan lainnya.(ASDR)