Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - MAN 2 Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya akademik unggul melalui pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2026. Sebagai satuan pendidikan yang aktif mengikuti OSN, madrasah menetapkan puluhan peserta didik terbaik hasil seleksi tingkat satuan pendidikan untuk mengikuti pembinaan intensif di berbagai bidang sains dan akademik.
Program
pembinaan OSN tersebut dilaksanakan sebagai bentuk layanan madrasah bagi
peserta didik yang memiliki potensi akademik unggul. Kepala MAN 2 Yogyakarta,
Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa OSN bukan sekadar ajang
perlombaan, melainkan ruang pembentukan karakter ilmiah, daya juang,
kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis dan kompetitif.
“Madrasah
berkomitmen memberikan pendampingan terbaik bagi peserta didik agar mampu
berkembang sesuai potensinya. Pembinaan dilakukan secara bertahap dan
berkelanjutan mulai tingkat kota hingga nasional,” ujarnya, didampingi PLT Wakaur Kurikulum Nur Khasanah, S.Pd.
Keseriusan
pembinaan tersebut terbukti melalui capaian prestasi nasional yang berhasil
diraih peserta didik MAN 2 Yogyakarta pada tahun sebelumnya. Salah satu
prestasi membanggakan ditorehkan Muhammad Newton Alfa Nabil yang berhasil
meraih penghargaan Honorable Mention pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025
bidang Geografi yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa
Timur, pada 6–12 Oktober 2025. Prestasi tersebut menjadi bukti kualitas
pembinaan akademik MAN 2 Yogyakarta di tingkat nasional.
Keberhasilan
Newton tidak lepas dari proses pembinaan intensif bersama guru pembimbing Retno
Wulandari, S.Si., yang secara konsisten memberikan latihan, pendampingan
materi, dan strategi pemecahan soal tingkat tinggi. Prestasi itu sekaligus
menjadi inspirasi bagi peserta OSN MAN 2 Yogyakarta Tahun 2026 untuk terus
berjuang mengukir capaian terbaik.
Pada
OSN Tahun 2026, bidang Geografi diperkuat Jabbaar Al Farizi, Winne Dzikrina
Syiffatunnajah, Embun Zahara Tasyakarina, Shachika Nur Al Lisa, dan Pratista
Khalis Sabrina. Bidang Matematika diwakili Nailla Syahda Akiela Putri, Nufaisah
Ummu Atikah, Almira Mumtaza Rohman, Keyla Mutiara Anindya Darmawan, serta Keysa
Permata Ayudya Darmawan.
Sementara
itu, bidang Fisika diperkuat Nuha Hajar Khoirunnisa, Muhammad Hanzhalah, Faizah
Athaya Mumtaz, Gendis Amalia Kayana, dan Tsuraya Fathimah. Pada bidang Kimia
terdapat Ardhanaricwari Yasfi Mumtaz, Ciquita Khairunnisa, Mytha Aurelisa
Azighah, Hakam Fathun Najah, serta Velani Almyra Ramadhani.
Bidang
Biologi diwakili Adinda Dwi Laelani, Fitri Rahmadhani, Aisyah Alya Nabilah,
Latifa Felyn Humairo, dan Shofy Assyahda. Adapun bidang Kebumian diperkuat
Sadira Putri Ramaniya, Khansa Putri Nursin, Darrell Tyaga Adelard Prayata, Tian
Naomi Hias Hati, serta Muhammad Zaki Masykur Faqih.
Pada
bidang Ekonomi, peserta yang mengikuti pembinaan yakni Salma Puteri Nur
Latifah, Isna Lilah, Sophie Faiza, Azkia Basila Idzharry, dan Khilda Rosydah.
Sementara bidang Informatika diwakili Fadhila Kholida Husna, Kevin Abiyyi Yusuf
Elmiro, Akhsan Farabi Hadly, Zaki Maulana Rizky Putra Ananta, dan Rizky
Hidayad.
Seluruh
peserta akan memperoleh pendampingan sesuai bidang masing-masing melalui
penguatan konsep, latihan soal intensif, pembahasan analisis ilmiah, serta
simulasi kompetisi. Peserta yang lolos tingkat kota akan mendapatkan pembinaan
lanjutan menuju tingkat provinsi hingga nasional.
Melalui
pembinaan yang konsisten dan sistematis, MAN 2 Yogyakarta berharap dapat terus
melahirkan generasi unggul yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik,
tetapi juga memiliki karakter kuat, semangat belajar tinggi, dan daya saing
global. Prestasi Muhammad Newton Alfa Nabil di tingkat nasional menjadi bukti
bahwa madrasah mampu mencetak talenta muda yang siap bersaing di panggung
Indonesia. (pusp)
Berikan Komentar