MAN 2 Yogyakarta Sambut Guru Mitra Nihongo Partners dari The Japan Foundation dengan Tarian Jamu Gendong

Tarian Jamu Gendong

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – MAN 2 Yogyakarta menyambut kedatangan mitra guru bahasa Jepang melalui program Nihongo Partners (NP) dari The Japan Foundation. Jumat (25/9/2026), acara penerimaan kerja sama internasional ini dibuka secara langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., di lingkungan MAN 2 Yogyakarta. Kehadiran mitra guru bahasa Jepang, Ms. Shirakami Narumi, diharapkan dapat memperkuat kolaborasi pendidikan lintas negara sekaligus memperluas wawasan murid mengenai bahasa, budaya, dan kehidupan masyarakat Jepang.

Suasana penyambutan semakin semarak dengan penampilan Tarian Jamu Gendong, sebuah tari kreasi tradisional Jawa yang merepresentasikan keramahan, kehangatan, serta kearifan lokal masyarakat Indonesia. Zenita, salah satu penari, menjelaskan bahwa tarian tersebut terinspirasi dari aktivitas penjual jamu gendong yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Jawa. Gerakan tari diawali dengan proses pembuatan jamu yang lemah gemulai, tetapi tetap menggambarkan kekuatan dan ketangguhan perempuan, kemudian berlanjut pada gerakan dinamis yang mencerminkan semangat para penjual jamu dalam berkeliling menawarkan dagangannya dengan senyum ramah. “Penjual jamu gendong tak kenal letih berkeliling menawarkan jamu dengan senyuman manisnya,” ungkap Zenita saat menjelaskan filosofi tarian tersebut.

Penampilan Tarian Jamu Gendong berhasil memikat perhatian perwakilan The Japan Foundation dan Ms. Shirakami Narumi sebagai mitra guru yang akan berkolaborasi dengan MAN 2 Yogyakarta. Penyambutan bernuansa budaya ini menjadi wujud komitmen madrasah dalam memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia sekaligus membangun hubungan persahabatan dengan masyarakat Jepang melalui pendidikan. Melalui program Nihongo Partners, diharapkan tercipta pengalaman pembelajaran bahasa Jepang yang lebih interaktif, autentik, dan bermakna bagi murid, serta tumbuh pemahaman lintas budaya yang semakin kuat sebagai bekal menghadapi pergaulan global.(afw)


wa Chat via WhatsApp