Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Menjelang grand final Lomba Kebersihan Sekolah tingkat Kota Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora), MAN 2 Yogyakarta menunjukkan kesiapan penuh dengan melakukan pembenahan menyeluruh berbasis indikator penilaian resmi. Langkah ini menjadi kelanjutan dari berbagai capaian prestasi dan penguatan mutu madrasah yang sebelumnya telah ditorehkan.
Lomba kebersihan ini merupakan agenda strategis Pemerintah Kota Yogyakarta dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) sekaligus mendorong kesadaran lingkungan di kalangan sekolah/madrasah. Program ini bertujuan membentuk budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Sebagai salah satu peserta yang berhasil masuk 10 besar dan kini bersiap menuju 3 besar, MAN 2 Yogyakarta mengoptimalkan seluruh komponen penilaian yang mencakup kebersihan ruang kelas, sanitasi, lingkungan sekolah, sarana prasarana, hingga partisipasi aktif warga madrasah. Penilaian dilakukan secara ketat melalui visitasi dan observasi langsung oleh tim juri dari Disdikpora Kota Yogyakarta.
Koordinasi persiapan dipimpin oleh Wakil Kepala Urusan Sarana dan Prasarana, Afwan Suhaimi, S.Pd., yang didampingi staf sekaligus tim sukses, Dra. Khusnul Daroyah serta Agen Perubahan ZI, Umi Solikatun, S.Pd. Kolaborasi lintas tim dimaksimalkan untuk memastikan seluruh aspek penilaian terpenuhi secara optimal.
Berdasarkan hasil notulensi yang disusun oleh Sri Purwati, S.Si, M.Pd, pembenahan dilakukan secara detail dan sistematis sesuai indikator penilaian. Pada ruang kelas, pencahayaan alami dimaksimalkan dengan memastikan jendela tidak terhalang, serta kebersihan papan tulis dijaga agar bebas dari noda. Sementara pada aspek sanitasi, kamar mandi menjadi perhatian utama dengan standar kebersihan harian, penyediaan sabun cuci tangan, tempat sampah tertutup, serta ventilasi udara yang memadai.
Penataan lingkungan juga dilakukan secara komprehensif. Area taman tidak hanya berfungsi sebagai ruang estetika, tetapi juga dikembangkan menjadi kebun edukatif dengan jadwal perawatan yang melibatkan siswa. Lingkungan madrasah pun dipastikan bebas dari genangan air saat hujan.
Pada aspek kesehatan dan keamanan, MAN 2 Yogyakarta memperkuat fungsi ruang UKS dengan standar kebersihan tinggi, pencahayaan cukup, serta sistem administrasi kunjungan siswa yang tertata. Selain itu, kebijakan kawasan tanpa rokok ditegakkan secara disiplin sebagai bagian dari budaya hidup sehat di lingkungan madrasah.
Aspek keamanan fisik turut menjadi perhatian, mulai dari memastikan tangga tidak licin, plafon dalam kondisi aman, hingga mengganti tanaman berduri dengan tanaman yang lebih ramah lingkungan. Program pengawasan seperti razia barang berbahaya juga diterapkan guna menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Sebagai bentuk penguatan budaya, madrasah juga menerapkan kebijakan pengelolaan makanan melalui imbauan untuk menghabiskan makanan serta membawa wadah secara mandiri. Selain itu, sistem penghargaan disiapkan untuk mendorong partisipasi aktif seluruh warga madrasah dalam menjaga kebersihan.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., didampingi Kepala Tata Usaha, Isti Wahyuni, SE. MM menegaskan bahwa kesiapan menuju grand final ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari karakter madrasah. “Budaya bersih adalah fondasi peradaban. Kami ingin menjadikannya sebagai gerakan bersama yang berkelanjutan, tidak hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga membentuk lingkungan belajar yang sehat, aman, dan bermartabat,” ujarnya.
Hadir untuk pembinaan, pengawas MA Kemenag Kota Yogyakarta, Evi Efrisanti, S.TP. Dengan persiapan matang dan kolaborasi seluruh warga madrasah, MAN 2 Yogyakarta optimistis mampu menembus tiga besar tingkat Kota Yogyakarta. Lebih dari itu, langkah ini semakin mengukuhkan posisi MAN 2 Yogyakarta sebagai madrasah unggul yang konsisten membangun budaya bersih, sehat, dan berintegritas level nasional. (pusp)
Berikan Komentar