Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Semangat menembus batas global kembali ditunjukkan MAN 2 Yogyakarta melalui kegiatan Sosialisasi Program dan Pathway ke Jepang yang digelar pada Senin (02/02/2026). Kegiatan hasil kerja sama Sapporo International University dengan Japan Interstudy Center Indonesia ini menjadi ruang inspiratif bagi murid untuk mengenal peluang studi dan karier di Negeri Sakura.
Kegiatan
yang berlangsung pukul 11.00–12.30 WIB tersebut diikuti oleh 40 murid kelas XII
B dan XII C. Acara dibuka secara resmi dan dilanjutkan sambutan Kepala MAN 2
Yogyakarta yang diwakili Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Fajar Basuki
Rahmat, S.Ag. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini
dan berharap sosialisasi tersebut mampu menjadi motivasi kuat bagi peserta
didik untuk berani melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya Jepang.
Sambutan
berikutnya disampaikan oleh perwakilan Sapporo International University (SIU)
yang menegaskan komitmen kampus di Sapporo, Hokkaido, tersebut dalam membuka
akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa internasional. Jepang, menurut pihak
SIU, saat ini memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa asing tidak hanya untuk
belajar, tetapi juga bekerja secara legal (part time) selama masa studi untuk mendukung biaya sehari hari.
Pada
sesi inti yang dimoderatori Candra Jailani dari Astage.Inc, peserta mendapatkan
pemaparan komprehensif mengenai rencana pendirian Program Persiapan bagi Mahasiswa
Asing. Program ini dirancang sebagai jalur strategis bagi calon mahasiswa
internasional untuk mempelajari bahasa Jepang secara sistematis sekaligus
membangun kemampuan akademik dasar sebelum memasuki perguruan tinggi di Jepang.
Perwakilan
SIU yang hadir, yakni Direktur Akademik Ueno Hachiro, Kepala Pusat
Internasional Houra Satoshi, serta Wakil Kepala Pusat Internasional Sawada
Takashi, menjelaskan bahwa program persiapan ini memiliki daya tampung 60
peserta dengan durasi satu tahun. Program dibuka dua gelombang, yakni April s.d
Maret dan Oktober s.d September tahun berikutnya, dengan syarat masuk setara
JLPT N4 dan target kelulusan setara JLPT N2.
Selain
kurikulum intensif bahasa dan akademik, program ini juga memberikan
keistimewaan bagi peserta yang ingin melanjutkan studi langsung ke SIU maupun
perguruan tinggi lain di Jepang. Perkiraan biaya pendidikan berada pada kisaran
80 hingga 90 juta rupiah per tahun. “Program ini kami rancang sebagai jembatan
yang realistis dan terarah bagi mahasiswa asing,” ungkap Ueno Hachiro, seraya
menambahkan bahwa saat ini telah ada dua mahasiswa asal Indonesia yang menempuh
studi di SIU.
Antusiasme
peserta tampak dalam sesi tanya jawab. Salah satu murid, Gago Millito
Jayakusuma (XII C), menanyakan ketersediaan jenjang magister bidang Bisnis dan
Pariwisata. Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh pihak SIU yang menegaskan
bahwa program S2 di bidang tersebut tersedia dan terbuka bagi seluruh mahasiswa
asing.
Kegiatan
ini turut didampingi jajaran pendidik MAN 2 Yogyakarta, antara lain Fajar
Basuki Rahmat, S.Ag, Waka Kurikulum; Diah Wijiastuti, S.S, Guru Bahasa
Jepang; Sri Narwanti, M.Pd, Kepala Perpustakaan; Leni, M.Pd, Waka Kesiswaan,
serta Dyah Estuti Tri Hartini, S.Pd, BK Kelas XII. Kehadiran para pendamping
menegaskan dukungan penuh madrasah terhadap cita-cita global peserta didik.
Melalui
kegiatan ini, MAN 2 Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai madrasah
yang visioner dan adaptif terhadap tantangan global. Sosialisasi pathway ke
Jepang bukan sekadar pengenalan program studi, tetapi juga pesan inspiratif
bahwa murid madrasah memiliki peluang yang sama untuk menembus pendidikan
internasional dan menjadi bagian dari generasi Indonesia berwawasan dunia.
(pusp)
Berikan Komentar