Mengenal 16 Karakter Manusia, Vajendra Review Buku Kepribadian Berdasarkan MBTI di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Vajendra Tsaqiif Al-Abqory Meriview Buku Bersama Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Memahami diri sendiri sekaligus mengenal karakter orang lain menjadi pengalaman menarik bagi Vajendra Tsaqiif Al-Abqory, siswa kelas XII A MAN 2 Yogyakarta. Melalui kegiatan literasi di Perpustakaan, Vajendra memilih membaca dan mereview buku Kepribadian Berdasarkan MBTI karya Kim Sona.

Kegiatan review buku tersebut berlangsung di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta pada Kamis (03/09/2026) pukul 15.00 WIB bersama Pustakawan Nuryanti A. Md. Dalam reviewnya, Vajendra menceritakan bahwa buku tersebut membahas 16 tipe kepribadian manusia berdasarkan MBTI (Myers-Briggs Type Indicator). Buku ini memberikan gambaran mengenai beragam karakter manusia sehingga pembaca dapat lebih memahami perbedaan kepribadian yang ada di sekitarnya.

Vajendra juga mencoba mengenali kepribadiannya sendiri. Berdasarkan MBTI, Ia termasuk dalam kelompok ENFJ, yang dalam pemahamannya memiliki karakter kreatif dan sensitif. Ia merasa dirinya kreatif karena selalu berusaha mencari solusi ketika menghadapi berbagai masalah. Sementara itu, sisi sensitifnya terlihat karena Ia termasuk pribadi yang perasa.

“Selama membaca buku ini Saya merasa senang karena jadi tahu macam-macam karakter manusia. Saya juga jadi lebih memahami bahwa setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda,” ungkap Vajendra.

Baginya, pesan moral yang dapat diambil dari buku tersebut adalah pentingnya memiliki keinginan untuk terus mengembangkan diri. Dengan memahami kelebihan dan kekurangan diri, seseorang dapat belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A. Md, mengapresiasi review yang disampaikan Vajendra. Menurutnya, buku tentang kepribadian seperti MBTI dapat menjadi bahan refleksi bagi siswa untuk lebih mengenal dirinya sendiri sekaligus belajar memahami orang lain.

“Saya senang dengan review Vajendra karena Ia tidak hanya menyampaikan isi buku, tetapi juga menghubungkannya dengan dirinya sendiri. Ini menunjukkan bahwa membaca bisa menjadi sarana untuk melakukan refleksi dan mengenali potensi diri,” tutur Nuryanti.

Nuryanti menambahkan bahwa kegiatan “Baca, Balik, Cerita!” menjadi salah satu cara Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta mengajak siswa tidak berhenti pada aktivitas membaca. Setelah membaca buku, siswa diajak mengembalikan buku sekaligus menceritakan kembali apa yang telah dibaca, baik berupa isi, pengalaman, maupun pesan yang diperoleh.

Melalui kegiatan sederhana tersebut, buku tidak hanya selesai dibaca, tetapi dapat menjadi pintu bagi siswa untuk berpikir, mengenal diri, dan berbagi pengetahuan dengan orang lain. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp