Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Enam Guru Mandaya Digdaya melaksanakan tugas pengawasan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di MAN 1 Yogyakarta pada Senin (2/11/2026). Kedatangan para pengawas disambut oleh panitia penyelenggara dan Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edy Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. Dalam arahannya, Kepala Madrasah menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan TKA harus menjadi komitmen bersama untuk menunjukkan kualitas pendidikan madrasah. Mengingat Kota Yogyakarta hanya memiliki dua Madrasah Aliyah Negeri (MAN), keduanya diharapkan mampu menjadi teladan bagi madrasah lain dalam penyelenggaraan pendidikan yang unggul dan berintegritas.
Komitmen
terhadap integritas terlihat sejak persiapan hingga peserta memasuki ruang
ujian. Panitia telah memfasilitasi pengumpulan telepon genggam (HP) dan
mengingatkan larangan penggunaan smartwatch maupun perangkat lain yang tidak
diperkenankan selama asesmen. Dalam sesi pembekalan, salah satu pengawas,
Nafiatur Rasyidah, S.Pd.I., turut mengonfirmasi ketentuan penggunaan smartwatch
kepada panitia. Pengawas kemudian memastikan peserta mematuhi tata tertib,
termasuk melakukan pemeriksaan identitas, membagikan kartu login, serta
memastikan seluruh peserta dapat mengakses sistem dengan baik. Langkah
preventif tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban sekaligus
menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Dua
dari enam pengawas, yaitu Umi Solikatun, S.Pd. dan Desi Andyhapsari,
mendapatkan penugasan di Laboratorium Komputer 3 yang berada di area Asrama MAN
PK. Kesan positif terlihat dari lingkungan madrasah yang bersih, rapi, dan
tertata, termasuk deretan alas kaki yang tersusun teratur. Kesiapan fasilitas
laboratorium dan petugas teknis turut mendukung kelancaran pelaksanaan asesmen.
Setelah pembacaan tata tertib dan doa bersama, peserta mengikuti rangkaian TKA
sesi pertama yang meliputi latihan, Bahasa Indonesia Wajib, Literasi Membaca,
dan Survei Karakter. Seluruh tahapan berlangsung tertib dengan peserta yang
menunjukkan sikap fokus dan bertanggung jawab.
Pelaksanaan
pengawasan TKA di MAN 1 Yogyakarta menjadi gambaran pentingnya kolaborasi
antara panitia, petugas teknis, pengawas, dan peserta dalam mewujudkan asesmen
yang kredibel dan berkualitas. Kehadiran enam Guru Mandaya Digdaya merupakan
bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang
menjunjung tinggi integritas. TKA bukan sekadar proses mengukur kemampuan
akademik, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter melalui pembiasaan
sikap jujur, disiplin, dan taat aturan. Semangat kolaborasi dan keteladanan ini
diharapkan terus menginspirasi terwujudnya pendidikan madrasah yang unggul,
bermartabat, dan berintegritas. (sol)