Menyemai Bakti di Ruang Lesehan Perpustakaan, Siswi Kelas X Belajar Adab kepada Orang Tua

Foto suasana kegiatan Keputrian di Ruang Lesehan Perpustakaan

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Suasana penuh perhatian mewarnai kegiatan Keputrian bagi siswi kelas X MAN 2 Yogyakarta. Senin (24/08/2026), kegiatan yang diperuntukkan bagi siswi yang sedang berhalangan atau haid sehingga tidak dapat melaksanakan salat tersebut berlangsung di ruang lesehan perpustakaan dan diikuti oleh 25 siswi. Di tempat yang nyaman itu, para siswi diajak sejenak merenungkan kembali sosok orang tua yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.

Kegiatan kali ini menghadirkan Riyantari, guru mapel Sosiologi yang menyampaikan materi bertajuk “Adab kepada Orang Tua”. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para siswi memahami besarnya perjuangan seorang ibu, sejak mengandung, melahirkan, menyusui, hingga mendampingi anak tumbuh dewasa dengan penuh kasih sayang. Setiap tahapan tersebut menjadi pengingat bahwa cinta dan pengorbanan orang tua sering kali hadir tanpa banyak diminta dan tanpa mengenal lelah.

Melalui materi tersebut, para siswi diajak tidak hanya mengetahui kewajiban berbakti, tetapi juga menghadirkan rasa syukur dalam perilaku sehari-hari. Bu Riyantari mengingatkan pentingnya menghormati, menyayangi, dan berbakti kepada orang tua, termasuk melalui hal sederhana seperti menjaga tutur kata, bersikap lembut, dan tidak menyakiti hati mereka. Pesan itu menjadi refleksi bagi para siswi bahwa adab kepada orang tua bukan sekadar materi kajian, melainkan nilai yang perlu dibawa pulang dan dipraktikkan di rumah.

Kegiatan Keputrian berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian, menunjukkan antusiasme para siswi dalam mengikuti pembinaan karakter tersebut. Suasana perpustakaan pun menjadi ruang belajar yang tidak hanya menghadirkan pengetahuan, tetapi juga menyentuh sisi hati para peserta untuk lebih menghargai perjuangan keluarga. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa semakin besar kasih sayang orang tua, semakin besar pula alasan bagi seorang anak untuk menjaga adab dan memberikan balasan terbaik melalui bakti.

Pada akhirnya, pelajaran tentang adab kepada orang tua menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari lingkungan yang paling dekat, yakni keluarga. Para siswi diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai yang diperoleh dalam bentuk tindakan nyata, mulai dari berbicara dengan santun hingga membantu orang tua dengan ikhlas. Dari ruang lesehan perpustakaan, sebuah pesan sederhana kembali diteguhkan: berbakti kepada orang tua bukan hanya tentang kata-kata, tetapi tentang sikap yang terus dijaga setiap hari.(ryn)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp