Bantul (MAN 2 Yogyakarta) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Madrasah Aliyah (MA) se-Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan pengembangan kompetensi guru pada Selasa, (18/8/2026). Bertempat di Aula MAN 4 Bantul, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari English Education Department, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan mengusung tema “Empowering Assessment: A SFL-GBA Workshop for Cultivating Humanistic and Literate Educators.”
Workshop
ini menjadi ruang penguatan kompetensi guru Bahasa Inggris, khususnya dalam
mengembangkan pembelajaran dan asesmen yang selaras dengan kebutuhan peserta
didik. Pendekatan Systemic Functional Linguistics (SFL) dan Genre-Based
Approach (GBA) diperkenalkan sebagai kerangka yang dapat membantu guru memahami
teks secara lebih mendalam sekaligus merancang pembelajaran bahasa yang
kontekstual, humanis, dan mendukung penguatan literasi.
Salah
satu agenda utama kegiatan adalah bedah materi Test Kemampuan Akademik (TKA)
Bahasa Inggris untuk jenjang MA. Para peserta diajak mencermati karakteristik
soal, memahami tuntutan kompetensi yang diukur, serta menganalisis teks yang
digunakan dalam asesmen. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi guru untuk
memperkaya strategi dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi TKA, terutama
dalam kemampuan memahami dan menganalisis berbagai jenis teks berbahasa
Inggris.
Selain
bedah TKA, peserta juga mengikuti simulasi penggunaan aplikasi untuk membedah
teks. Melalui kegiatan praktik tersebut, guru tidak hanya memperoleh pemahaman
konseptual, tetapi juga pengalaman langsung dalam memanfaatkan teknologi untuk
membantu proses analisis teks. Pemanfaatan aplikasi diharapkan dapat membuat
proses pembelajaran dan asesmen menjadi lebih efektif, menarik, dan sesuai
dengan perkembangan teknologi pendidikan. Kegiatan MGMP Bahasa Inggris MA
se-DIY ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antarguru sekaligus
meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah. Melalui
penguatan asesmen berbasis SFL-GBA, para pendidik diharapkan mampu menghadirkan
pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga
menumbuhkan kemampuan literasi, berpikir kritis, dan karakter humanis peserta
didik.(win)