Misteri Mercusuar dan Lorong Rahasia, Rafsanjani Aflah Ungkap Serunya Petualangan Lima Sekawan di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Rafsanjani Aflah Meriview Buku Bersama Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Petualangan penuh teka-teki dalam buku Lima Sekawan dalam Lorong Pencoleng karya Enid Blyton berhasil menarik perhatian Rafsanjani Aflah, siswa kelas XI-D MAN 2 Yogyakarta. Melalui kisah tentang mercusuar misterius dan lorong rahasia, Aflah menemukan cerita yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga mengajarkan pentingnya keberanian dan kewaspadaan.Dalam kegiatan Literasi “Baca, Balik, Cerita”, Aflah mereviuw buku tersebut pada Rabu (23/09/2026) pukul 12.30 WIB bersama Pustakawan Nuryanti A. Md.

Buku Lima Sekawan dalam Lorong Pencoleng menghadirkan kisah petualangan yang bermula dari sebuah mercusuar yang menyimpan keanehan. Rasa penasaran membawa Lima Sekawan untuk mengamati dan menyelidiki tempat tersebut. Mereka kemudian menemukan sebuah ruang rahasia berupa lorong bawah tanah yang ternyata digunakan untuk menyelundupkan narkoba.

Penyelidikan yang dilakukan Lima Sekawan tidak berjalan mudah. Mereka harus menghadapi situasi berbahaya hingga akhirnya tertangkap. Menurut Aflah, kisah tersebut terasa seru karena menghadirkan misteri, ketegangan, dan rasa penasaran yang membuat pembaca ingin terus mengikuti petualangan hingga akhir.

Aflah mengaku membaca buku tersebut dengan rasa senang karena rasa penasaran terhadap apa yang sebenarnya terjadi di balik mercusuar misterius itu. Baginya, setiap bagian cerita membuatnya semakin ingin mengetahui kelanjutan petualangan Lima Sekawan.

Dari kisah tersebut, Aflah menemukan pesan moral yang menarik. Ia menyampaikan bahwa seseorang harus selalu waspada ketika menemukan sesuatu yang terasa aneh atau mencurigakan. Bisa jadi, di balik sesuatu yang terlihat biasa terdapat hal-hal yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Kita harus waspada jika ada sesuatu yang aneh, karena bisa jadi hal tersebut membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tutur Aflah.

Bagi Aflah, kegiatan bercerita setelah membaca juga menjadi pengalaman yang menyenangkan. Ia dapat menyampaikan kembali bagian-bagian menarik dari petualangan Lima Sekawan kepada Pustakawan.

Nuryanti A. Md. mengungkapkan bahwa dirinya selalu senang mendengarkan cerita petualangan Lima Sekawan yang disampaikan Aflah. Menurutnya, kegiatan bercerita membuat pengalaman membaca menjadi lebih hidup karena siswa tidak hanya membaca buku, tetapi juga belajar memahami isi, menyampaikan kembali cerita, serta menemukan pesan yang terkandung di dalamnya.

“Saya selalu senang mendengarkan cerita petualangan Lima Sekawan yang diceritakan Aflah. Dari cara Aflah bercerita, terlihat bahwa membaca tidak berhenti ketika halaman terakhir ditutup. Cerita yang dibaca dapat menjadi pengalaman yang kemudian dibagikan kepada orang lain,” ungkap Nuryanti.

Kegiatan Literasi “Baca, Balik, Cerita” menjadi ruang bagi siswa MAN 2 Yogyakarta untuk membangun kebiasaan membaca sekaligus berani menceritakan kembali apa yang telah mereka baca. Melalui tahapan Pinjam, Baca, Balik, Cerita, Review, dan Apresiasi, buku tidak hanya selesai dibaca, tetapi juga dihidupkan kembali melalui cerita dan refleksi pembacanya.

Petualangan Lima Sekawan yang diceritakan Aflah menjadi pengingat bahwa sebuah buku dapat membawa pembacanya ke tempat-tempat yang penuh misteri, sekaligus meninggalkan pelajaran berharga tentang keberanian, rasa ingin tahu, dan kewaspadaan. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp