Muhammad Syubban Fatikhuddzakwan Mendapat Pelajaran yang Membekas dari Sunset Bersama Rosie di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Muhammad Syubban Fatikhuddzakwan Meriview Buku Bersama Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Sebuah cerita dapat meninggalkan kesan yang berbeda bagi setiap pembacanya. Bagi Muhammad Syubban Fatikhuddzakwan, siswa kelas XII D MAN 2 Yogyakarta, novel Sunset Bersama Rosie karya Tere Liye memberikan pengalaman membaca yang cukup membekas. Subhan meriview buku Kamis (27/08/2026) pukul 09.45 WIB di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta.

Melalui kegiatan literasi “Baca, Balik, Cerita” di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Subhan membagikan cerita dan kesannya setelah membaca novel tersebut. Ia mengaku merasa kecewa selama mengikuti alur cerita, khususnya terhadap tokoh utama yang menurutnya tidak menepati janji. 

Bagi Subhan, persoalan janji menjadi bagian yang paling mengusik perasaannya. Ia berpendapat bahwa seseorang tidak seharusnya menjadi pribadi yang naif dan mudah percaya terhadap janji yang belum tentu ditepati.

“Jangan jadi orang naif, banyak janji tapi tidak ditepati,” ungkap Subhan.

Kekecewaan yang dirasakan Subhan justru menunjukkan bahwa Ia mampu menangkap persoalan dalam cerita dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata. Baginya, sebuah janji bukan sekadar ucapan, tetapi juga bentuk tanggung jawab yang seharusnya dijaga.

Pesan moral yang diperoleh Subhan dari novel tersebut adalah pentingnya menjaga kepercayaan, bertanggung jawab terhadap perkataan, serta tidak mudah memberikan janji apabila belum mampu menepatinya. Kepercayaan yang diberikan seseorang merupakan sesuatu yang berharga dan tidak seharusnya disia-siakan.

Pustakawan Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A. Md., merasa terenyuh mendengar cerita Subhan. Menurutnya, respons emosional yang muncul setelah membaca menunjukkan bahwa sebuah buku mampu membawa pembacanya masuk lebih dalam ke dalam cerita.

“Saya terenyuh mendengar cerita Subhan. Ia tidak hanya menceritakan isi buku, tetapi juga mampu merasakan kekecewaan tokoh dan mengambil pelajaran dari peristiwa yang ada dalam cerita. Inilah yang kami harapkan dari kegiatan Baca, Balik, Cerita,” ujar Nuryanti.

Nuryanti menambahkan bahwa kegiatan literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca. Ketika siswa mampu menyampaikan kembali apa yang dirasakan, dipikirkan, dan dipelajari dari sebuah buku, maka proses membaca telah berkembang menjadi pengalaman yang bermakna.

Melalui program “Baca, Balik, Cerita”, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus mendorong siswa untuk menjadikan buku sebagai sumber pengetahuan, refleksi, dan pembelajaran kehidupan. Dari kisah tentang janji dalam Sunset Bersama Rosie, Subhan mengingatkan bahwa setiap perkataan yang diucapkan membawa tanggung jawab untuk dijaga dan diwujudkan. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp