Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Ada kalanya, jalan kehidupan membawa seseorang pada pilihan yang tidak pernah Ia duga sebelumnya. Hal tersebut menjadi salah satu hal menarik yang ditemukan Nursaylir Rohmah setelah membaca novel Cinta di Atas Sajadah karya Fitri Kurniatus Soleha. Siswa kelas X H MAN 2 Yogyakarta itu membagikan pengalaman membacanya pada Kamis (10/09/2026) pukul 14.00 WIB bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A. Md.
Novel
tersebut mengisahkan seorang perempuan yang diperkenalkan oleh ibunya kepada
seorang pemuda yang memiliki karakter baik, bertanggung jawab, dan telah
memiliki kehidupan yang mapan. Dari kisah tersebut, pembaca diajak melihat
bagaimana sebuah pilihan dalam kehidupan dapat dijalani dengan pertimbangan, kesabaran,
dan meminta petunjuk Allah SWT
Bagi
Nursaylir, kisah dalam novel tersebut memberikan pengalaman membaca yang
menyenangkan. Ia tertarik pada perjalanan tokoh utama dalam menghadapi pilihan
yang telah hadir dalam kehidupannya. Sosok pemuda yang baik dan bertanggung
jawab juga menjadi salah satu bagian yang menurutnya memberikan pelajaran
tersendiri.
Nursaylir
mengatakan bahwa buku tersebut membuatnya semakin memahami bahwa setiap orang
memiliki jalan kehidupan masing-masing. Tidak semua hal harus datang sesuai
dengan keinginan atau rencana manusia. Ada waktu yang perlu ditunggu dan ada
ketetapan Allah yang perlu diyakini.
“Jodoh
itu tidak ke mana,” ungkap Nursaylir saat menyampaikan pesan yang Ia peroleh
dari novel tersebut.
Menurutnya,
pesan tersebut mengajarkan pentingnya bersabar dan tidak perlu berlebihan dalam
mengkhawatirkan masa depan. Seseorang dapat terus memperbaiki diri, menjalani
kehidupan dengan baik, serta menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.
Nuryanti
A. Md. mengapresiasi pengalaman membaca yang disampaikan Nursaylir. Menurutnya,
kemampuan siswa dalam menemukan nilai kehidupan dari sebuah bacaan merupakan
bagian penting dari proses literasi.
“Bacaan
yang baik dapat menjadi ruang bagi siswa untuk belajar melihat kehidupan dari
sudut pandang yang lebih luas. Yang terpenting bukan hanya mengetahui jalan
ceritanya, tetapi juga menemukan nilai yang dapat dipetik,” tutur Nuryanti.
Melalui
novel Cinta di Atas Sajadah, Nursaylir tidak hanya mendapatkan pengalaman
membaca yang menyenangkan, tetapi juga sebuah pengingat tentang kesabaran dalam
menjalani kehidupan. Sebuah pesan sederhana yang Ia bawa setelah menutup
halaman terakhir: setiap hal memiliki waktunya, dan apa yang telah ditetapkan
Allah tidak akan pernah tertukar. (nur)
Berikan Komentar