Yogyakarta
– Guru Ekonomi MAN 2 Yogyakarta, Nurul Qomariyah, S.Pd., meminjam novel “Anak
Semua Bangsa” di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Rabu (10/06/2026) pukul 07.30 WIB. Peminjaman buku tersebut dilayani oleh Pustakawan
Nuryanti, A.Md.
Novel
“Anak Semua Bangsa” merupakan bagian kedua dari Tetralogi Buru karya sastrawan
legendaris Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Karya ini banyak diminati pembaca
karena menghadirkan gambaran kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kolonial
sekaligus membangkitkan kesadaran kebangsaan melalui tokoh utama, Minke.
Nurul
Qomariyah mengaku sangat menyukai karya-karya Pramoedya Ananta Toer karena
memiliki kekuatan narasi yang mampu menggambarkan realitas sosial, sejarah, dan
perjuangan bangsa Indonesia secara mendalam.
"Saya
menyukai karya Pramoedya karena selain kaya akan nilai sejarah, bahasanya juga
kuat dan mampu mengajak pembaca memahami perjalanan bangsa Indonesia dari sudut
pandang yang berbeda. Membaca karya beliau memberikan wawasan sekaligus
refleksi tentang pendidikan, kemanusiaan, dan semangat perjuangan,"
ujarnya.
Nurul
juga mengaku senang membaca karya sastra lama karena banyak mengandung
nilai-nilai kehidupan yang tetap relevan hingga saat ini.
"Sastra
lama mengajarkan banyak hal tentang karakter, budaya, dan pemikiran masyarakat
pada zamannya. Dari sana kita dapat belajar memahami perubahan sosial sekaligus
mengambil hikmah yang masih sesuai dengan kehidupan masa kini," tambahnya.
Sementara
itu, Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md., menyambut positif tingginya
minat baca Guru terhadap koleksi Perpustakaan, khususnya karya sastra
Indonesia.
"Guru
yang aktif memanfaatkan Perpustakaan dapat menjadi teladan bagi Siswa dalam
membangun budaya literasi. Kami berharap semakin banyak Guru, Pegawai dan Siswa yang
memanfaatkan koleksi Perpustakaan untuk memperluas wawasan dan menumbuhkan kecintaan
terhadap dunia baca," ungkap Nuryanti.
Kegiatan
peminjaman buku ini juga sejalan dengan program Literasi “Baca Balik Cerita”
yang dikembangkan Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Melalui program tersebut, Pemustaka
tidak hanya membaca buku, tetapi juga diajak untuk menyampaikan kembali isi,
pesan, maupun refleksi dari buku yang telah dibaca. Program ini diharapkan
mampu meningkatkan kemampuan literasi, berpikir kritis, dan komunikasi warga
madrasah sekaligus menumbuhkan budaya membaca yang berkelanjutan di lingkungan
MAN 2 Yogyakarta. (nur)
Berikan Komentar