Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Empat punggawa tim kerja pembangunan Zona Integritas MAN 2 Yogyakarta mengikuti acara Pembukaan Pembinaan Satuan Kerja Berpredikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK). Rabu, (28/10/2026) cara ini yang diselenggarakan di meeting room Hotel Nemuru Grand Bhuvana. Ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kementerian Agama selama periode 2017–2026.
Acara
dibuka oleh Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Si. Ketua Tim (Katim) Organisasi,
Kepegawaian, dan Hukum (OKH) pada Sekretariat Ditjen Pendis Direktorat Jenderal
Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI. Beliau dalam laporannya
menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh dua rektor beserta Tim Zona
Integritas dari UIN Antasari dan UIN Salatiga yang, perwakilan OKH Pendis,
Inspektorat Jenderal, Biro Organisasi dan Tata Laksana (Ortala), dan delapan
Madrasah Aliyah yang menjadi bagian dari agenda pembinaan. Delapan madrasah
tersebut meliputi: MAN Insan Cendekia Serpong, MAN Karangasem, MAN 2 Kudus, MAN
2 Kota Malang, MAN 2 Kulonprogo, MAN 2 Jakarta Selatan, MAN 4 Jakarta, MAN 2 Yogyakarta.
Keterlibatan
berbagai satuan kerja dan unsur pendamping menunjukkan pentingnya kolaborasi
dalam membangun tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan
berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. Substansi utama pembinaan
ini adalah evaluasi pembangunan Zona Integritas selama periode 2017–2026.
Evaluasi menjadi ruang refleksi untuk meninjau capaian, mengidentifikasi
tantangan, serta merumuskan langkah perbaikan agar pembangunan Zona Integritas
tidak berhenti pada pemenuhan dokumen dan indikator administratif semata.
Panitia berharap Satker bisa berbagi informasi dan bersiap menuju WBBM, lebih
lanjut juga bisa berbagi peran turut serta mendampingi satker yang sedang
berjuang melakukan pembangunan Zona Integritas. Hal ini penting untuk dilakukan
mengingat masih ada 1101 satker dan 28 PTKIN yang harus didampingi dalam meraih ZI-WBK.
Capaian
satuan kerja dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) bukanlah tujuan
akhir, melainkan bagian dari proses membangun kepercayaan masyarakat terhadap
institusi pemerintah yang berkelanjutan. Oleh karena itu harus menunjukkan
inovasi berdampak secara berkesinambungan, termasuk mampu berbagi dan
memastikan satker lain dapat mereplikasi inovasi dan mencapai predikat ZI-WBK. Dengan
demikian forum pembinaan yang juga merupakan forum evaluasi Pembangunan Zona Integritas periode 2017–2026
menjadi pijakan untuk melangkah lebih kuat menuju tata kelola pemerintahan yang
bersih, berintegritas, dan melayani
serta berdampak luas. (sol)