Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Komitmen MAN 2 Yogyakarta dalam menjamin keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan layanan pendidikan berasrama mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Hal ini ditandai dengan kunjungan Direktorat Infrastruktur Dukungan Pendidikan, Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU), ke boarding MAN 2 Yogyakarta sebagai bagian dari penguatan tata kelola sarana prasarana pendidikan.
Pada Kamis (08/01/2026), hadir rombongan dipimpin Soelistianing Kusumawati, ST, MT, Kasubdit Wilayah II Direktorat Infrastruktur Dukungan Pendidikan Kementerian PU, didampingi Ir. Haryo Satriyawan, ST, MM, Kasatker Pelaksanaan Prasarana Strategis D.I. Yogyakarta. Kunjungan diterima langsung oleh jajaran pimpinan MAN 2 Yogyakarta di lingkungan boarding madrasah.
Ketua Tim Teknis, Handoro, menjelaskan bahwa kunjungan ini diawali dengan konfirmasi kronologi kejadian dan penelaahan langkah-langkah cepat yang telah dilakukan madrasah, termasuk pengamanan lokasi, pengendalian situasi, serta penataan layanan pascakejadian. Dari hasil pemaparan dan peninjauan lapangan, dipastikan bahwa kondisi boarding berada dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali, serta tidak mengganggu jalannya proses pembelajaran.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa sejak awal madrasah bergerak cepat memastikan seluruh aktivitas akademik berjalan normal. Area terdampak bersifat sangat terbatas dan tidak menyentuh ruang kelas maupun kegiatan belajar mengajar. “Kami memastikan situasi kondusif dan memberikan rasa tenang kepada orang tua. Pembelajaran tetap berlangsung sebagaimana mestinya,” ungkapnya.
Sebagai wujud tanggung jawab layanan, madrasah juga memastikan penggantian seragam peserta didik terdampak secara penuh, didukung oleh Komite Madrasah. Selama proses rehabilitasi boarding, para santri ditempatkan di lokasi yang aman dan nyaman, dengan pengaturan yang terus diupayakan secara optimal. Komite Madrasah turut memberikan subsidi khusus sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan.
Pada tahap lanjutan, tim Kementerian PU melakukan analisis teknis tingkat pusat serta asesmen kelayakan bangunan, mencakup aspek struktur, keselamatan, dan keberlanjutan fungsi boarding. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam memastikan fasilitas asrama memenuhi standar keamanan dan layak digunakan dalam jangka panjang.
Sinergi lintas sektor turut menguatkan proses ini. Hadir dalam kegiatan tersebut Abdu Naim (Kasi Pondok Pesantren Kanwil Kemenag DIY), Isti Wahyuni, SE, MM (Kepala Tata Usaha), serta Puguh Mahardika (Kepala Boarding MAN 2 Yogyakarta). Dari sisi layanan pendukung, madrasah memastikan kebutuhan akademik tetap terpenuhi, termasuk fasilitasi ulang peminjaman buku perpustakaan serta jaminan keamanan berkas dan dokumen prestasi peserta didik.
Respons positif datang dari para orang tua yang mengapresiasi keterbukaan informasi, kecepatan penanganan, serta pendekatan humanis madrasah. Dukungan moral dan solidaritas pun mengalir sebagai bentuk kepercayaan terhadap MAN 2 Yogyakarta.
Melalui pendampingan pemerintah pusat dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, MAN 2 Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan boarding yang aman, layak, dan berorientasi masa depan, sekaligus memperkuat perannya sebagai madrasah unggul yang tangguh, adaptif, dan bertanggung jawab dalam pelayanan pendidikan. (pusp)
Berikan Komentar