Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Suasana haru dan penuh kekeluargaan menyelimuti acara pisah sambut Kepala Tata Usaha di MAN 2 Yogyakarta pada Senin (25/5/2026) di aula lantai 3. Kepala Tata Usaha Isti Wahyuni, SE, MM pindah tugas menjadi KTU MAN 1 Yogyakarta, sementara Susana Widyawati, S.Pd, M.Pd menggantikannya menjadi KTU MAN 2 Yogyakarta. Momentum tersebut menjadi ruang penghormatan atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi besar pejabat lama sekaligus penyambutan hangat bagi pejabat baru yang akan melanjutkan estafet pengabdian di madrasah.
Dalam
sambutannya, Kepala MAN 2 Yogyakarta,
Hartiningsih, S.Pd, M.Pd menyampaikan bahwa mutasi merupakan bagian dari
dinamika dan amanah organisasi yang harus disyukuri. Selama hampir lima tahun
kebersamaan, berbagai tantangan, kerja keras, serta perjalanan suka dan duka
telah dilalui bersama hingga menghadirkan banyak kemajuan nyata bagi madrasah.
“Ibarat
sedang sayang-sayangnya harus dipisahkan. Namun kami percaya, setiap jejak
pengabdian akan selalu tinggal di hati. Buah pikir, kontribusi, inovasi, dan
kerja keras yang selama ini dicurahkan untuk Mandaya menjadi bukti nyata yang
tidak dapat disebutkan satu per satu,” ungkapnya.
Kepala
Tata Usaha periode sebelumnya, Isti Wahyuni, SE, MM dinilai berhasil mengawal
berbagai kemajuan manajemen administrasi, tata tertib, pengelolaan layanan,
hingga penguatan budaya kerja profesional yang selaras dengan visi misi
madrasah. Bersama pimpinan madrasah, komite, guru, dan tenaga kependidikan, berbagai
inovasi berhasil diwujudkan demi terciptanya madrasah yang maju, bermutu, dan
mendunia dan membawa MAN 2 Yogyakarta meraih WBK 2026, raihan prestisius
institusi pendidikan dalam pelayanan prima.
Tidak
hanya itu, sosok Isti Wahyuni juga dikenal sebagai figur pekerja keras dan
teladan. Berangkat pagi, pulang malam, berpikir tanpa mengenal waktu demi
kemajuan madrasah menjadi inspirasi tersendiri bagi seluruh warga madrasah.
Dukungan penuh keluarga, terutama suami, Budi, S.Pd yang juga seorang pengajar,
juga turut menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian tersebut.
“Banyak
pembelajaran yang saya peroleh selama di Mandaya. Teman-teman tenaga
kependidikan luar biasa, saling mendukung hingga mampu tumbuh dan berkembang
bersama. Saya merasa tidak meninggalkan pekerjaan rumah karena semua sudah
berjalan dengan baik berkat kerja sama seluruh keluarga besar madrasah,”
tuturnya haru.
Isti
Wahyuni juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga madrasah atas
segala kekhilafan selama menjalankan tugas serta memohon doa restu agar dapat
mengemban amanah baru sebagai KTU MAN 1 Yogyakarta, dengan baik.
Sementara
itu, Kepala Tata Usaha yang baru, Susana Widyawati, S.Pd, M.Pd menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan
hangat dan penghargaan yang diberikan oleh keluarga besar Mandaya. Menurutnya,
bergabung dengan madrasah unggulan bukanlah hal mudah, namun menjadi kehormatan
besar untuk ikut melanjutkan praktik-praktik baik yang telah dibangun
sebelumnya.
“Mayoga
dan Mandaya memiliki visi yang sama, yakni maju, bermutu, dan mendunia. Saya
siap berkolaborasi, mengikuti arahan pimpinan, serta membawa semangat inovasi
untuk memperkuat layanan administrasi, dan tata kelola yang semakin profesional
dan berkualitas. Bermotto, “dimanapun berada dan tempat bertugas, maka
keberadaan saya dan tempat tugas saya adalah nomor 1 di dunia,” ujarnya penuh
semangat.
Ia
juga berharap dukungan, arahan, serta bimbingan dari seluruh warga madrasah
agar mampu menjalankan amanah dengan optimal dan melanjutkan perjuangan besar
yang telah dirintis sebelumnya.
Pada
kesempatan tersebut, Kepala MAN 3 Sleman, Singgih Sampurna, S.Pd, M.A, beserta
rombongan MAN 3 Sleman yang mengantarkan Susana Widyawati untuk hadir pisah
sambut turut menegaskan bahwa estafet kepemimpinan merupakan bagian dari
perjalanan organisasi yang harus dijalani dengan penuh syukur. Tiga Ibu dan
Satu bapak mewarnai Mandaya dan Mayoga. Sosok Ibu disebut sebagai srikandi
teladan yang memiliki integritas tinggi, menginspirasi, serta mampu menjadi
role model baik di lingkungan madrasah maupun masyarakat.
“Hari
ini kita menyaksikan hasil dari kerja bersama. Prestasi demi prestasi diraih,
termasuk keberhasilan peserta didik menembus perguruan tinggi impian melalui
UTBK. Semua itu lahir dari kerja kolektif dan dedikasi luar biasa seluruh
keluarga madrasah,” ujarnya.
Acara
berlangsung hangat layaknya prosesi keluarga besar yang saling menguatkan.
Kebersamaan antara “Mayoga” dan “Mandaya” bahkan diibaratkan seperti keluarga
besar yang dipersatukan dalam tali silaturahmi dan semangat pengabdian.
Doa dipimpin Soir, M.S.I mengakhiri acara, dan harapan pun mengiringi perjalanan keduanya agar senantiasa diberikan
kesehatan, semangat, kebahagiaan, dan keberkahan dalam mengemban amanah untuk
kemajuan madrasah. (pusp)
Berikan Komentar