Yogyakarta
(MAN 2 Yogyakarta) — Implementasi ekoteologi di MAN 2 Yogyakarta mulai terlihat
dalam berbagai aktivitas peserta didik. Salah satunya ditunjukkan melalui
prestasi Kontingen Pramuka MAN 2 Yogyakarta pada Perkamuda DIY 2026 Jenjang
Aliyah, yang berhasil meraih Juara 2 Lomba Kreasi Barang Bekas untuk Sangga
Putra dan Sangga Putri. Kegiatan yang berlangsung pada 21–23 September 2026 di
Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari tersebut tidak hanya menjadi ajang
kompetisi, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik dalam
mengolah barang yang sudah tidak terpakai menjadi karya kreatif.
Melalui
proses tersebut, peserta didik belajar bahwa kepedulian terhadap lingkungan
tidak cukup hanya diwujudkan melalui pengetahuan, tetapi perlu diterapkan dalam
tindakan. Mereka dituntut untuk mengidentifikasi barang bekas, menemukan ide
pemanfaatannya, mengolahnya menjadi karya, serta bekerja sama dalam
menyelesaikan produk. Capaian ini menjadi salah satu indikator bahwa
nilai-nilai ekoteologi yang dikembangkan di madrasah mulai diterjemahkan
peserta didik dalam perilaku dan karya nyata. Kepedulian terhadap lingkungan
berpadu dengan kreativitas, kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja
sama.
Kepala
MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., turut memberikan dukungan dan
apresiasi kepada peserta didik yang mengikuti kegiatan tersebut. Prestasi ini
sekaligus memperkuat karakter DIGDAYA yang dikembangkan MAN 2 Yogyakarta:
peserta didik yang kreatif, mandiri, peduli, dan mampu memberikan manfaat bagi
lingkungan. Bagi MAN 2 Yogyakarta, keberhasilan tersebut bukan semata tentang
memperoleh piala. Lebih dari itu, barang bekas yang diubah menjadi karya
menjadi bukti bahwa nilai kepedulian lingkungan telah bergerak dari
pembelajaran menuju praktik nyata peserta didik. Dari kepedulian lahir
tindakan, dari tindakan lahir karya, dan dari karya tumbuh karakter peduli
lingkungan. (moc)