Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Yogyakarta, Sri Purwati, S.Pd.Si, M.Pd., mengikuti Webinar Series 1 bertema “Analisis dan Pengendalian Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Laboratorium”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Pengelola Laboratorium Indonesia (PPLPI) melalui platform Zoom Meeting pada Selasa (24/02/2026).
Webinar nasional tersebut diikuti sekitar 600 peserta yang terdiri dari Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dari jenjang pendidikan menengah hingga perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi forum penting bagi para pengelola laboratorium untuk meningkatkan kompetensi dalam penerapan sistem keselamatan kerja di lingkungan laboratorium pendidikan.
Hadir sebagai narasumber utama, Suratman, PLP Ahli Madya dari Universitas Riau, yang memaparkan secara komprehensif tentang pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa penerapan K3 laboratorium mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Suratman menjelaskan bahwa terdapat beberapa langkah penting dalam implementasi K3 di laboratorium pendidikan, yaitu komitmen manajemen dan kebijakan K3, identifikasi bahaya, penilaian serta pengendalian risiko, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), penyediaan dan penggunaan alat pelindung diri (APD), pelatihan dan edukasi keselamatan kerja, safety induction bagi pengguna laboratorium, pengelolaan bahan kimia serta limbah laboratorium, pengendalian keadaan darurat, hingga monitoring, audit, dan evaluasi berkala.
Sri Purwati menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru dalam pengelolaan laboratorium yang aman dan profesional. Menurutnya, identifikasi bahaya serta analisis risiko di laboratorium sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, melindungi seluruh pengguna laboratorium, serta meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan pendidikan.
“Melalui kegiatan ini, kami memperoleh pemahaman yang lebih sistematis mengenai analisis dan pengendalian risiko di laboratorium. Hal ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan standar keselamatan laboratorium di MAN 2 Yogyakarta,” ungkap Sri Purwati.
Pada sesi akhir kegiatan, para peserta mendapatkan pendampingan langsung untuk menyusun analisis dan pengendalian risiko laboratorium pendidikan, sehingga materi yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga aplikatif. Diharapkan, pengetahuan tersebut dapat diimplementasikan dalam pengelolaan laboratorium madrasah agar lebih aman, tertib, dan sesuai standar K3 nasional.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd, mengapresiasi partisipasi tenaga kependidikan dalam kegiatan pengembangan kompetensi tersebut. Ia berharap peningkatan kapasitas PLP dapat memperkuat kualitas pengelolaan laboratorium sebagai sarana pembelajaran yang aman, inovatif, dan mendukung lahirnya generasi madrasah yang unggul di bidang sains dan teknologi. (Sri Purwati_Laboran IPA)
Berikan Komentar