Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Semangat belajar para siswa MAN 2 Yogyakarta tetap terjaga saat memasuki hari keempat pelaksanaan Ujian Madrasah pada Kamis (05/03/2026). Meskipun berlangsung di tengah ibadah puasa Ramadan, para peserta ujian tetap menunjukkan kesungguhan dan kedisiplinan tinggi dalam mengikuti ujian yang diselenggarakan secara berbasis digital.
Pelaksanaan ujian berbasis digital ini menjadi salah satu langkah nyata madrasah dalam mendukung transformasi pendidikan sekaligus menguatkan budaya less paper. Dengan memanfaatkan perangkat komputer dan sistem ujian digital, penggunaan kertas dapat diminimalkan secara signifikan. Langkah ini tidak hanya membuat proses ujian lebih efisien, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dengan mengurangi limbah kertas.
Selain sebagai inovasi teknologi, sistem ujian digital juga sejalan dengan komitmen madrasah dalam menjaga bumi dan kehidupan alam. Digitalisasi dalam proses evaluasi pembelajaran diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan peserta didik bahwa setiap langkah kecil, termasuk mengurangi penggunaan kertas, merupakan kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Di sisi lain, pelaksanaan ujian madrasah juga menekankan nilai-nilai integritas dan kejujuran akademik. Sistem digital yang digunakan dirancang untuk meminimalisir potensi academic misconduct atau pelanggaran akademik, sehingga setiap murid diuji berdasarkan kemampuan dan usaha mereka sendiri. Nilai kejujuran ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter murid yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia.
Suasana ruang ujian tampak tertib dan kondusif. Para peserta didik mengikuti ujian dengan fokus dan penuh tanggung jawab meskipun sedang menjalani ibadah puasa. Hal ini menunjukkan bahwa semangat menuntut ilmu tidak pernah surut, bahkan justru semakin kuat ketika diiringi dengan kesabaran dan kedisiplinan selama Ramadan.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kesungguhan para murid dalam menjalani ujian. Ia berharap pelaksanaan Ujian Madrasah tidak hanya menjadi sarana evaluasi akademik, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan. Dengan demikian, madrasah tidak hanya melahirkan generasi berprestasi, tetapi juga generasi yang berintegritas dan berwawasan keberlanjutan. (pusp)
Berikan Komentar