Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Petualangan, misteri, dan rasa penasaran menjadi daya tarik tersendiri dalam sebuah cerita. Melalui buku Lima Sekawan: Rahasia Logam Ajaib, pembaca diajak mengikuti perjalanan lima sekawan dalam menelusuri sebuah rumah terpencil yang menyimpan misteri keberadaan logam ajaib.
Hal tersebut
menjadi bagian dari kegiatan Baca Balik Cerita (Calita) di Perpustakaan MAN 2
Yogyakarta. Kali ini, Rafsanjani Aflah, siswa kelas XI D, mengulas buku Lima
Sekawan: Rahasia Logam Ajaib yang menghadirkan kisah petualangan penuh
teka-teki. Rafsanjani Meriview hari Selasa (13/10/2026) Pukul 10.00 WIB bersama Nuryanti A.Md.
Dalam ulasannya,
Aflah menceritakan petualangan lima sekawan saat menyelidiki sebuah rumah
terpencil. Di bawah rumah tersebut, terdapat logam ajaib yang ditambang oleh
seseorang. Keberadaan logam itu memunculkan misteri yang mengundang rasa ingin
tahu dan membawa pembaca mengikuti perjalanan para tokoh dalam mengungkap
rahasia di baliknya.
Aflah mengaku
merasa penasaran ketika membaca buku tersebut. Alur cerita yang menyimpan
misteri membuatnya ingin mengetahui lebih jauh tentang rahasia logam ajaib dan
petualangan yang dilakukan oleh lima sekawan.
Tidak hanya
menyuguhkan kisah petualangan, buku ini juga menyampaikan pesan moral tentang
pentingnya menghindari keserakahan dan menghormati orang tua. Larangan orang
tua hendaknya tidak diabaikan begitu saja karena di baliknya mungkin terdapat
alasan dan tujuan untuk melindungi serta menjaga kebaikan anak-anaknya.
Melalui cerita
tersebut, pembaca diajak memahami bahwa keinginan untuk mendapatkan sesuatu
tidak boleh mengalahkan nilai-nilai kebaikan. Sikap menghormati orang tua,
menaati nasihat mereka, dan tidak bersikap serakah merupakan pelajaran penting
yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pustakawan MAN 2
Yogyakarta, Nuryanti A. Md., menyampaikan bahwa kegiatan Calita menjadi ruang
bagi siswa untuk mengembangkan minat baca sekaligus belajar menyampaikan
gagasan dan mengambil hikmah dari buku yang dibacanya.
“Melalui kegiatan
Baca Balik Cerita, siswa tidak hanya membaca untuk mengetahui jalan cerita,
tetapi juga belajar memahami pesan moral, mengembangkan rasa ingin tahu, dan
menghubungkan nilai-nilai dalam bacaan dengan kehidupan sehari-hari. Setiap
buku memiliki pelajaran yang dapat menjadi bekal untuk membentuk karakter yang
lebih baik,” ungkap Nuryanti.
Kegiatan Calita
diharapkan terus menumbuhkan budaya membaca di lingkungan madrasah sekaligus
mendorong siswa menjadi pembaca aktif yang mampu berpikir kritis, merefleksikan
nilai-nilai kehidupan, dan menginspirasi sesama melalui cerita yang mereka
bagikan.
Melalui
petualangan lima sekawan, Rafsanjani Aflah menemukan bahwa sebuah cerita bukan
sekadar rangkaian peristiwa yang mengundang rasa penasaran, melainkan juga
jendela untuk memahami arti ketulusan, kepatuhan, dan pentingnya menjauhkan
diri dari keserakahan. (nur)
Berikan Komentar