Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) —
MAN 2 Yogyakarta menggelar rapat dinas pada Jumat (20/02/2026) di aula lantai 3.
Perhelatan ini bertajuk Dialog Kinerja sebagai langkah strategis memperkuat
kualitas program kerja yang berdampak, terukur, dan selaras dengan visi
madrasah. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen
seluruh civitas dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan dan karakter peserta
didik.
Kepala MAN 2 Yogyakarta,
Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., didampingi Kepala Tata Usaha Isti Wahyuni, SE, MM dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan
program kerja tidak boleh sekadar menggugurkan kewajiban administratif. “Arah
program harus jelas berdampak dan terukur. Konsep dampak itu harus tercermin dalam
SKP, perencanaan anggaran, bukan hanya soal penyerapan atau kuantitas, tetapi
kualitas program yang benar-benar memberikan nilai tambah berbasis visi
madrasah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa setiap
program yang dirancang harus mampu menjawab pertanyaan mendasar: apakah
kegiatan tersebut benar-benar membawa dampak nyata. Program yang berbasis visi
dan terukur, menurutnya, akan memiliki nilai strategis dalam mendorong kemajuan
madrasah secara berkelanjutan.
Memasuki bulan Ramadan,
pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan mengalami penyesuaian.
Kurikulum dan kegiatan keagamaan akan dipaparkan oleh tim kurikulum dengan
Wakaur Fajar Basuki Rahmat, S.Ag, dan Kepala Unit Keagamaan, Wisang Liyen
Permanasari, S.Pd., dengan mengacu pada pedoman Direktorat Pendidikan Islam
(Pendis KSKK). Juknis pesantren Ramadan telah disusun secara komprehensif,
termasuk instrumen evaluasi penilaian yang dirancang untuk memperkuat karakter
Islami peserta didik. Monitoring kegiatan juga akan didukung sistem presensi
digital hasil kerja sama dengan unit Teknologi Informasi yang dikoordinasikan
oleh Fajar Rahmadi, M.Sc.
Dalam upaya menghadirkan inovasi
pembelajaran, madrasah juga mengembangkan konsep School Zone melalui
kolaborasi dengan Universitas Amikom Yogyakarta. Program ini diharapkan mampu
mendorong progres pembelajaran yang lebih adaptif dan kontekstual, dengan
karakter yang terbangun di bulan Ramadan.
Tidak hanya fokus pada akademik,
MAN 2 Yogyakarta juga menguatkan program pembentukan karakter melalui kegiatan
sosial Ramadan. Program Jumat Berbagi dan gerakan “Mandaya Berdaya” menjadi
ikon kepedulian sosial dengan melibatkan seluruh civitas madrasah. Pembagian
takjil kepada masyarakat dilaksanakan secara gotong royong, dikoordinasikan
oleh Retno Febri Windarti, S.Pd, bersama tim organisasi murid yang akan
didampingi Wakaur Kesiswaan, Leni, S.Si, M.Pd.
Selain itu, gerakan kotak infak murid
terus digalakkan sebagai sarana menumbuhkan karakter peduli, gemar berbagi, dan
kepekaan sosial terhadap masyarakat kurang mampu. Momentum Ramadan dimanfaatkan
sebagai ruang pembelajaran nyata dalam menanamkan nilai-nilai amal saleh.
Dalam kesempatan tersebut,
Hartiningsih juga mengingatkan pentingnya menjaga komitmen Zona Integritas
setelah diraihnya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). “Meraih WBK itu
berat, tetapi menjaganya jauh lebih berat. Dibutuhkan istiqamah dan amanah dari
seluruh civitas. Dari ribuan madrasah, hanya delapan yang lolos, dan MAN 2
Yogyakarta termasuk di dalamnya. Ini harus terus kita kawal,” ujarnya. Ia
optimistis dalam dua tahun ke depan madrasah dapat melangkah menuju predikat
Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Prestasi membanggakan juga diraih
dalam lomba kebersihan tingkat Kota Yogyakarta, di mana MAN 2 Yogyakarta
berhasil menjadi finalis dan meraih peringkat kedua pada grand final.
Penghargaan tersebut tidak hanya menjadi simbol kebersihan fisik, tetapi juga
keberhasilan membangun budaya partisipatif seluruh civitas melalui program
Beautifully Mandaya.
“Hal paling sederhana seperti
pengelolaan sampah justru menjadi tantangan terbesar jika belum menjadi
kebiasaan. Kunci keberhasilan ada pada partisipasi aktif seluruh warga madrasah
dan kepedulian bersama,” pungkas Hartiningsih.
Hadir mendampingi Wakaur
Kehumasan Rita Setyowati, S.Pd, M.Pd, serta Wakaur Sarana Prasarana, Afwan
Suhaimi, S.Pd. Melalui rapat dinas ini, MAN 2 Yogyakarta menegaskan langkah
progresif dalam menghadirkan program yang tidak hanya terlaksana secara
administratif, tetapi juga berdampak nyata, berkelanjutan, dan membentuk
karakter unggul peserta didik. (pusp)
Berikan Komentar