Refleksi Syawal MGMP Bahasa Indonesia MA DIY: Meneguhkan Etika dan Membangun Karakter Pendidik yang Berwibawa

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Momentum bulan Syawal menjadi ajang penting bagi para pendidik untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperbarui komitmen profesional. Hal ini tercermin dalam pertemuan rutin Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah (MA) se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan pada Selasa (7/4/2026).

Acara yang bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY tersebut dihadiri oleh 60 peserta perwakilan dari berbagai MA dan MAN di wilayah DIY. Hadir mewakili MAN 2 Yogyakarta, Larissa Amadea Pudyastuti, S.Pd. dan Srimarlina, S.Pd., M.A.

Kegiatan diawali dengan khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dalam sambutannya, Ketua MGMP Bahasa Indonesia, Azhariansah, M.Pd., M.A., menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran para guru dan berharap pertemuan ini membawa keberkahan serta manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di madrasah.

Integritas dan Etika Profesi Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Tim 2 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), H. Bashori Alwy, S.Ag., M.A. Dalam paparannya yang bertajuk “Etika Profesi dan Kepribadian Guru Bahasa Indonesia,” beliau menekankan bahwa guru bukan sekadar pengajar materi, melainkan figur sentral dalam penanaman nilai moral. Penggunaan bahasa yang baik dan benar haruslah selaras dengan kepribadian yang luhur, di mana seorang pendidik dituntut untuk memiliki integritas, transparansi, serta empati yang tinggi terhadap kebutuhan peserta didik.

Membangun Sosok Pendidik yang Inspiratif Lebih lanjut, Bashori Alwy menegaskan pentingnya kompetensi sosial bagi guru. Beliau berpesan agar para pendidik mampu membangun hubungan yang akrab dan harmonis melalui sikap santun, baik kepada siswa, sesama rekan sejawat, maupun pimpinan. Kewibawaan seorang guru akan muncul secara natural ketika mereka mampu menjadi sosok yang kehadirannya memberikan dampak positif dan memberikan teladan dalam setiap interaksi sosialnya.

Pertemuan ini pun menggarisbawahi perlunya upaya berkelanjutan dalam pengembangan profesi dan pembinaan moral agar pembelajaran bahasa di madrasah tetap relevan dengan pembentukan karakter siswa. Acara ditutup dengan sesi ramah tamah dan saling bermaaf-maafan dalam suasana penuh kehangatan, menandai semangat baru bagi para guru Bahasa Indonesia di DIY untuk terus mengabdi dengan hati. (Larissa)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp