Yogyakarta
(MAN 2 Yogyakarta) - Kemampuan berbicara di depan umum dengan bahasa asing
kembali diuji dalam ajang Mandaya Islamic Competition #10 (MIC#10)
melalui cabang lomba Pidato Bahasa Arab. Lomba ini menjadi salah satu sorotan
karena menampilkan keberanian sekaligus kecakapan peserta dalam menyampaikan
gagasan secara fasih dan penuh percaya diri.
Dengan
intonasi yang tegas, pilihan diksi yang tepat, serta penguasaan materi yang
baik, para peserta tampil memikat di hadapan dewan juri. Tidak sedikit
penampilan yang berhasil mengundang decak kagum karena mampu memadukan
kefasihan bahasa Arab dengan ekspresi yang kuat dan pesan yang menyentuh.
Setelah
melalui proses penilaian yang ketat, dewan juri menetapkan para pemenang
terbaik. Juara I diraih oleh Ziaulhaq Najmi dari KMI Baitussalam Prambanan yang
tampil percaya diri dengan penyampaian yang lugas dan berkarakter. Sementara
itu, posisi Juara II diraih oleh Amira Dina Aulia dari MTs TQ El Muna Q yang
menunjukkan kefasihan serta penghayatan yang baik dalam berpidato.
Adapun
Juara III berhasil diraih oleh Talita Jati Khairunnisa dari MTsN 1 Bantul yang
tampil tak kalah memukau dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan runtut.
Lomba
ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana penting dalam
melatih kemampuan retorika Islami generasi muda. Peserta dituntut tidak sekadar
menghafal teks pidato, tetapi juga memahami isi, menyampaikan dengan ekspresi
yang tepat, serta mampu membangun koneksi dengan audiens.
Menurut
salah satu panitia, cabang ini memiliki peran strategis dalam membentuk
generasi yang mampu berdakwah di era global. “Bahasa Arab adalah bahasa
Al-Qur’an. Ketika siswa mampu menyampaikan gagasan dalam bahasa ini, itu
menjadi nilai lebih yang luar biasa,” ungkapnya.
Melalui lomba Pidato Bahasa Arab, MIC#10 kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang kuat dan berwawasan global. Diharapkan, para juara dapat terus mengasah kemampuan mereka dan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk berani tampil dan menyuarakan kebaikan. (Wisang Liyen)
Berikan Komentar