Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Keluarga besar MAN 2 Yogyakarta menunjukkan duka mendalam atas wafatnya Ibu Mutiah, ibunda dari Umi Solikatun, S.Pd., guru Bimbingan dan Konseling (BK) MAN 2 Yogyakarta, yang meninggal dunia pada Ahad, 19 April 2026. Ungkapan belasungkawa tidak hanya disampaikan melalui doa, tetapi juga diwujudkan dengan kehadiran langsung untuk bertakziah ke rumah duka di Magetan, Jawa Timur.
Rombongan takziah dipimpin oleh Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., didampingi Kepala Tata Usaha Isti Wahyuni, S.E., M.M., serta Wakil Kepala Urusan Kehumasan Rita Setyowati, S.Pd., M.Pd. Turut hadir pula rekan sejawat dari guru dan tendik yang memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dalam suasana penuh haru, kehadiran rombongan menjadi simbol kuatnya nilai kekeluargaan yang terjalin di lingkungan MAN 2 Yogyakarta. Tidak sekadar hubungan profesional, tetapi juga ikatan emosional yang saling menguatkan dalam suka maupun duka.
Hartiningsih menyampaikan bahwa kehadiran pihak madrasah merupakan bentuk empati dan kepedulian terhadap keluarga besar MAN 2 Yogyakarta. “Kami hadir untuk memberikan dukungan dan doa. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.
Senada dengan itu, para guru BK yang turut hadir menegaskan bahwa kebersamaan dalam keluarga besar madrasah menjadi kekuatan utama dalam menghadapi musibah. Solidaritas yang terbangun diharapkan mampu meringankan beban duka yang dirasakan.
Ucapan belasungkawa juga disampaikan secara resmi oleh keluarga besar MAN 2 Yogyakarta:
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, Keluarga Besar MAN 2 Yogyakarta turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Mutiah (ibunda dari Umi Solikatun, S.Pd.).
Semoga almarhumah husnul khotimah, diterima segala amal ibadahnya, diampuni segala kekhilafannya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kesabaran. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
Kegiatan takziah ini menjadi cerminan nyata bahwa nilai kepedulian dan kekeluargaan terus hidup dan terjaga di lingkungan MAN 2 Yogyakarta, memperkuat solidaritas antarwarga madrasah dalam setiap kondisi. (pusp)
Berikan Komentar