Saat Guru Biologi Bicara tentang Parenting: Desi Andy Hapsari S.Pd., M.Pd Mengulas “Brain Based Parenting” di Perpustakaan MAN 2 yogyakarta

Desi Andy Hapsari, S.Pd., M.Pd Meriview Buku Bersama Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta kembali menghadirkan kegiatan literasi “Baca, Balik, Cerita!” melalui sesi berbagi ulasan buku. Kali ini, Desi Andy Hapsari, S.Pd., M.Pd Guru Biologi MAN 2 Yogyakarta mengangkat buku Brain Based Parenting karya dr. Ayuwidia Ekaputri, M.Sc. dalam kegiatan yang berlangsung di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Kamis (27/08/2026) pukul 08.30 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Pustakawan Nuryanti A. Md.

Dalam ulasannya, Desi membagikan sejumlah pengetahuan menarik mengenai cara kerja otak dan perilaku anak yang berkaitan erat dengan pola pengasuhan. Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah istilah “Flamingo Era”, yaitu kondisi yang membuat seorang ibu setelah melahirkan cenderung mudah lupa terhadap hal-hal yang dianggap kurang penting. Kondisi tersebut terjadi karena perhatian dan fokus otak banyak tercurahkan kepada anak.

Buku ini juga mengungkap bahwa sekitar 20 persen manusia termasuk dalam kelompok high need, yakni individu dengan kebutuhan yang lebih tinggi dibandingkan orang pada umumnya. Pada anak, kondisi tersebut dapat terlihat melalui sikap kritis, pemberontakan, maupun keinginan untuk banyak bertanya dan berdiskusi. Namun, perilaku tersebut tidak selalu menunjukkan kenakalan. Di baliknya dapat terdapat kebutuhan yang besar serta tujuan yang kuat.

Desi menilai anak-anak dengan karakter high need membutuhkan pendekatan yang tepat, terutama dengan memberikan ruang untuk didengar dan mengajak mereka berdiskusi.

“Buku ini memberikan pemahaman bahwa setiap perilaku anak memiliki alasan dan kebutuhan yang perlu kita pahami. Sebagai orang tua, kita tidak hanya perlu mengarahkan, tetapi juga belajar mendengarkan dan memahami anak,” ujar Desi.

Menurut Desi, pelajaran penting yang dapat dipetik dari buku tersebut adalah pentingnya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi anak. Lingkungan pengasuhan yang penuh perhatian diharapkan dapat membantu anak tumbuh dengan lebih baik serta mampu mengembangkan potensi dirinya.

Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A. Md., turut memberikan apresiasi terhadap ulasan yang disampaikan Desi. Ia merasa tertarik dengan isi buku tersebut karena menghadirkan sudut pandang ilmiah mengenai perilaku anak sekaligus memberikan refleksi bagi orang tua dalam menjalankan perannya.

“Buku ini menarik karena mengajak kita melihat perilaku anak bukan hanya dari apa yang tampak, tetapi juga memahami kebutuhan yang ada di balik perilaku tersebut. Dari sini kita belajar bahwa menjadi orang tua juga berarti terus belajar memahami anak,” ungkap Nuryanti.

Kegiatan “Baca, Balik, Cerita!” menjadi salah satu upaya Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta dalam menumbuhkan budaya literasi melalui kegiatan yang tidak berhenti pada aktivitas membaca. Setiap buku yang selesai dibaca diberi ruang untuk diceritakan kembali, sehingga pengetahuan dan pengalaman membaca dapat dibagikan kepada orang lain.

Melalui kegiatan tersebut, budaya literasi di MAN 2 Yogyakarta terus diarahkan menjadi aktivitas yang hidup, komunikatif, dan memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Buku tidak hanya menjadi sumber bacaan, tetapi juga menjadi jembatan untuk berdiskusi, berbagi pemikiran, dan memperluas wawasan. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp