Santri Sejati, Wujud Cinta pada Negeri

Peringatan Hari Santri di MAN 2 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni, rutinitas tahunan, atau momentum untuk memeriahkan acara semata. Kamis, (22/10/2026) hari Santri menjadi pengingat bagi seluruh santri untuk mengimplementasikan dawuh Hadhratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, “Hubbul Wathon Minal Iman” yang bermakna cinta tanah air merupakan bagian dari iman. Nilai tersebut menjadi landasan bagi santri untuk menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, dan komitmen dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Sebagai negara besar yang kaya akan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, Indonesia harus dirawat, dilestarikan, dan dijaga keberlangsungannya. Segala bentuk perusakan lingkungan, seperti pembakaran hutan dan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, merupakan tindakan yang bertentangan dengan semangat cinta tanah air. Dampak kerusakan ekologi tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga dapat meluas hingga ke negara-negara tetangga dan menjadi persoalan global. Oleh karena itu, menjaga kelestarian lingkungan merupakan salah satu wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan negara.

Santri sejati adalah pribadi beriman yang menjadikan nilai-nilai kesantrian sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Kecintaan terhadap tanah air harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menolak segala bentuk perusakan yang mengancam kelestarian alam dan masa depan bangsa. Dengan demikian, santri diharapkan menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan, merawat persatuan, serta mewariskan Indonesia yang lestari kepada generasi mendatang. Semangat “Hubbul Wathon Minal Iman” hendaknya tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi komitmen yang senantiasa hidup dalam setiap langkah santri untuk mewujudkan cinta sejati kepada negeri. (soir)

 


wa Chat via WhatsApp