Yogyakarta ( MAN 2 Yogyakarta) — Sebuah buku mungkin selesai dibaca, tetapi pesan di dalamnya belum tentu ikut selesai. Bagi Sugiwidyatni Gilang Handayani, novel Selamat Tinggal karya Tere Liye justru meninggalkan ruang untuk merenungkan berbagai hal dalam kehidupan. Siswa kelas X D MAN 2 Yogyakarta tersebut membagikan pengalaman membacanya pada Kamis (10/09/2026) pukul 14.15 WIB di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta bersama Pustakawan Nuryanti A. Md.
Novel
Selamat Tinggal menghadirkan kisah yang membawa pembaca menyelami perjalanan
tokoh-tokohnya dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Cerita yang
disajikan tidak sekadar menghibur, tetapi juga mengajak pembaca memikirkan pilihan,
prinsip, dan konsekuensi dari setiap tindakan.
Bagi
Sugiwidyatni, membaca novel tersebut menjadi pengalaman yang menarik. Ia merasa
cerita yang disampaikan Tere Liye memiliki banyak hal untuk direnungkan. Setiap
perjalanan tokoh memberikan gambaran bahwa kehidupan tidak selalu berjalan
sesuai dengan harapan, sehingga seseorang perlu memiliki keberanian untuk
menghadapi pilihan dan belajar dari pengalaman. Sugiwidyatni menilai bahwa
sebuah cerita akan terasa lebih bermakna ketika pembaca mampu mengambil
pelajaran dari apa yang dialami para tokohnya. Baginya, kata “selamat tinggal”
tidak hanya berkaitan dengan perpisahan, tetapi juga dapat menjadi simbol
keberanian untuk meninggalkan sesuatu yang kurang baik dan melangkah menuju
perubahan. Inti dari cerita di buku adalah perjuangan seseorang kembali
menemukan arah hidupnya.
Pengalaman
tersebut Ia bagikan dalam program literasi “Baca, Balik, Cerita” di
Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Melalui kegiatan ini, siswa diberi ruang untuk
menyampaikan kembali pengalaman membaca sekaligus mengungkapkan nilai-nilai
yang mereka dapatkan dari buku.
Nuryanti
A. Md. mengapresiasi ulasan Sugiwidyatni yang mampu melihat cerita dari sisi
reflektif. Menurutnya, kegiatan berbagi pengalaman membaca dapat melatih siswa
untuk berpikir lebih kritis dan mengungkapkan pemahamannya dengan bahasa
sendiri.
“Ketika
sebuah buku selesai dibaca, semoga ada satu pelajaran yang tetap tinggal dalam
diri pembacanya,” tutur Nuryanti.
Bagi
Sugiwidyatni, Selamat Tinggal menjadi salah satu bacaan yang tidak berhenti
pada halaman terakhir. Ada pelajaran yang ikut terbawa setelah buku ditutup bahwa
kehidupan terus bergerak dan setiap langkah selalu memberi kesempatan untuk
belajar menjadi lebih baik. (nur)
Berikan Komentar