Yogyakarta
(MAN 2 Yogyakarta) - Keindahan seni Islam terpancar kuat dalam cabang lomba
kaligrafi pada ajang Mandaya Islamic Competition #10 (MIC#10). Melalui
goresan pena yang penuh ketelitian dan rasa, para peserta menghadirkan
karya-karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna
spiritual.
Berbeda
dengan cabang lomba lainnya, kaligrafi menuntut kesabaran, ketelitian, serta
kepekaan artistik yang tinggi. Setiap peserta tampak fokus menyusun huruf demi
huruf menjadi rangkaian ayat Al-Qur’an yang estetis. Perpaduan antara teknik,
komposisi, dan kreativitas menjadi penilaian utama dalam menentukan hasil
akhir.
Setelah
melalui proses penjurian yang cermat, dewan juri menetapkan para pemenang yang
dinilai mampu menghadirkan karya terbaik. Juara I diraih oleh Zulfi Mayla Rahma
dari MTs Al Ma’had An Nur Bantul yang berhasil memukau dengan komposisi rapi
dan sentuhan artistik yang kuat.
Sementara
itu, Juara II diraih oleh Prisa Shareefa Prilia dari MTsN 1 Yogyakarta yang
menampilkan karya dengan detail halus dan keseimbangan visual yang menarik.
Adapun Juara III diraih oleh Zahra Ungu Nadzifa dari SMPN 8 Yogyakarta yang
juga menunjukkan kreativitas serta ketekunan dalam setiap goresannya.
Lomba
kaligrafi ini menjadi bukti bahwa seni dapat menjadi media dakwah yang indah
dan bermakna. Melalui karya yang dihasilkan, peserta tidak hanya
mengekspresikan kemampuan seni, tetapi juga menunjukkan kecintaan terhadap
Al-Qur’an.
Salah
satu panitia menyampaikan bahwa cabang ini memiliki nilai edukatif yang tinggi.
“Kaligrafi mengajarkan ketelitian, kesabaran, sekaligus menghadirkan kedekatan
dengan ayat-ayat suci. Ini adalah perpaduan antara seni dan spiritualitas,”
ujarnya.
Dengan
terselenggaranya lomba ini, diharapkan minat generasi muda terhadap seni
kaligrafi terus tumbuh dan berkembang. Ajang MIC#10 pun kembali menjadi ruang
bagi lahirnya karya-karya inspiratif yang tidak hanya indah secara visual,
tetapi juga membawa pesan kebaikan.
Melalui tinta dan kreativitas, para peserta telah membuktikan bahwa prestasi dapat diukir dalam berbagai bentuk, termasuk dalam keindahan seni Islami yang penuh makna. (Wisang Liyen)
Berikan Komentar