Setetes Darah Pengabdian: Dua Pensiunan Guru Kembali ke MAN 2 Yogyakarta di Milad ke-76

Foto bersama setelah donor darah di depan PTSP

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Pengabdian seorang guru rupanya tidak mengenal kata selesai, bahkan ketika tugas mengajar telah berakhir. Selasa (01/09/2026), semangat itu terasa dalam kegiatan donor darah yang digelar MAN 2 Yogyakarta dalam rangka memperingati Milad ke-76. Dua pensiunan guru MAN 2 Yogyakarta, Moh. Hatta dan Zus'an Arintaka turut hadir dan menyumbangkan darah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

Sejak pukul 07.00 WIB, suasana di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) MAN 2 Yogyakarta mulai dipenuhi aktivitas donor darah. Kehadiran dua pensiunan guru menjadi pemandangan istimewa karena mereka kembali hadir bukan untuk mengajar, melainkan untuk berbagi sesuatu yang sangat berarti bagi kehidupan orang lain. Di tengah kesibukan warga madrasah memperingati milad, keduanya menunjukkan bahwa rasa memiliki terhadap almamater dan kepedulian kemanusiaan dapat terus tumbuh melampaui masa pengabdian formal.

Bagi warga MAN 2 Yogyakarta, kehadiran para pensiunan tersebut bukan sekadar partisipasi dalam sebuah kegiatan sosial. Setetes darah yang mereka berikan menjadi simbol bahwa nilai-nilai keteladanan yang dahulu ditanamkan di ruang kelas masih terus hidup dalam tindakan nyata. Semangat tersebut sekaligus menjadi pesan bagi generasi muda bahwa berbuat baik tidak membutuhkan jabatan, usia, maupun batas waktu.

Pembina UKS MAN 2 Yogyakarta, Nur Harsih Setyowati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas partisipasi dua pensiunan guru tersebut dalam kegiatan donor darah. Menurutnya, kehadiran mereka menjadi teladan bahwa semangat pengabdian seorang pendidik dapat terus diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui aksi kemanusiaan. “Ini menjadi contoh bahwa pengabdian tidak berhenti ketika seseorang memasuki masa pensiun, tetapi dapat terus dilanjutkan melalui kepedulian kepada sesama,” ungkapnya.

Kegiatan donor darah ini terlaksana melalui kerja sama MAN 2 Yogyakarta dengan PMI Kota Yogyakarta yang bertugas melakukan proses pengambilan darah. Momentum Milad ke-76 pun menjadi semakin bermakna karena tidak hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi juga diisi dengan aksi nyata yang menyentuh nilai kemanusiaan. Dari ruang PTSP MAN 2 Yogyakarta, dua pensiunan guru kembali mengajarkan sebuah pelajaran sederhana namun dalam: bahwa ketika hati masih ingin berbagi, pengabdian tidak pernah benar-benar pensiun.(har)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp