Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Upaya berkelanjutan MAN 2 Yogyakarta dalam membangun Zona Integritas (ZI) kembali memperoleh pengakuan nasional. Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyampaikan apresiasi kepada unit kerja yang berhasil meraih predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), termasuk MAN 2 Yogyakarta.
Sebagai
bagian dari penguatan reformasi birokrasi, PANRB juga mengundang MAN 2
Yogyakarta untuk mengikuti SAKIP dan ZI Award Tahun 2025 bertema “Transformasi
Akuntabilitas dan Integritas Menuju Indonesia Emas 2045” pada Rabu (11/02/2026). Forum nasional ini menjadi ruang refleksi atas praktik-praktik terbaik
yang lahir dari kolaborasi lintas peran di satuan kerja.
Apresiasi
tersebut menegaskan bahwa predikat WBK–WBBM bukan sekadar capaian
administratif, melainkan buah dari keterlibatan aktif seluruh civitas akademika
dan pemangku kepentingan. Di MAN 2 Yogyakarta, pembangunan Zona Integritas
dipahami sebagai gerakan bersama yang melibatkan pimpinan madrasah, guru,
tenaga kependidikan, peserta didik, komite madrasah, orang tua, hingga mitra
eksternal. Sinergi ini memastikan nilai integritas, akuntabilitas, dan
pelayanan prima hadir dalam praktik sehari-hari, mulai dari perencanaan,
pelaksanaan layanan, hingga evaluasi berkelanjutan.
Partisipasi
kolektif tersebut tercermin dalam budaya kerja transparan, kepatuhan pada
standar layanan, pelaporan kinerja yang akurat, serta penguatan pengawasan
internal. Peserta didik dan orang tua berperan sebagai pengguna layanan
sekaligus pengawas sosial melalui kanal pengaduan dan survei kepuasan. Dukungan
para pemangku kepentingan turut memperkuat konsistensi kebijakan, peningkatan
mutu layanan, dan keterbukaan informasi publik.
Sebagai
fondasi kelembagaan, MAN 2 Yogyakarta membentuk Tim Kerja Pembangunan Zona
Integritas yang menjadi motor penggerak reformasi birokrasi madrasah. Tim ini
bekerja secara kolaboratif lintas unit dan fungsi agar implementasi ZI berjalan
terarah, konsisten, dan berkelanjutan.
Dalam
struktur tim, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., bertindak sebagai penanggung jawab
dengan Isti Wahyuni, S.E., M.M., sebagai ketua. Peran sekretariat diemban Umi
Solikatun, S.Pd., dan Siti Nur Suciowati, S.HI., yang mengoordinasikan
administrasi, dokumentasi, serta sinkronisasi lintas bidang.
Setiap
koordinator bidang menjalankan tugas dengan dukungan aktif para staf dalam tim
manajemen sehingga program berjalan efektif dan saling terintegrasi. Fajar
Basuki Rahmat, S.Ag. memimpin Bidang Manajemen Perubahan untuk menguatkan
budaya kerja dan internalisasi nilai integritas.
Leni,
S.Si,M.Pd., mengoordinasikan Bidang Penataan Tatalaksana dengan fokus pada
penyempurnaan SOP, digitalisasi layanan, dan keterbukaan informasi publik. Pada
aspek sumber daya manusia, Fajar Rahmadi, M.Sc., mengawal penataan sistem
manajemen SDM, sementara Eva Fadilah, M.Acc., memimpin Bidang Penguatan
Akuntabilitas agar perencanaan dan pelaporan kinerja konsisten.
Penguatan
pengawasan dan pencegahan KKN dikoordinasikan Sri Narwanti, S.Pd, M.Pd.,sedangkan
peningkatan mutu layanan publik dikomandoi Rita Setyowati, S.Pd, M.Pd., melalui
penguatan standar layanan, budaya pelayanan prima, dan survei kepuasan
masyarakat.
Kepala
MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa capaian WBK
merupakan hasil kerja kolektif. Menurutnya, integritas hanya dapat tumbuh
ketika seluruh ekosistem pendidikan bergerak searah. “Ketika pimpinan, guru,
tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, dan mitra memiliki komitmen yang
sama, layanan pendidikan akan semakin bersih, akuntabel, dan benar-benar
melayani,” ujarnya.
Dengan
keterlibatan menyeluruh civitas akademika dan stakeholder serta fondasi tim
yang solid, MAN 2 Yogyakarta optimistis melangkah menuju WBBM. Konsistensi
kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kepercayaan publik, tetapi
juga menjadikan madrasah sebagai rujukan praktik baik reformasi birokrasi di
bidang pendidikan, sejalan dengan agenda nasional Indonesia Emas 2045. (pusp)
Berikan Komentar