Sinergi PLP UIN dan MAN 2 Yogyakarta, KBC dan Deep Learning Jadi Kunci Pembelajaran Berkualitas

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Transformasi pembelajaran terus diperkuat MAN 2 Yogyakarta melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dipadukan dengan pendekatan deep learning. Inovasi ini terlihat dalam kegiatan pembelajaran di kelas XI pada Senin (23/02/2026), yang menghadirkan suasana belajar lebih bermakna, reflektif, dan kontekstual.

Melalui praktik lapangan persekolahan (PLP) mahasiswa UIN, pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada proses pemaknaan yang mendalam. Mahasiswa PLP, Amelya Chandra Agustiyani, mengimplementasikan pembelajaran IPA (Fisika) materi fluida dinamis dengan mengintegrasikan nilai-nilai KBC serta pendekatan deep learning yang mendorong peserta didik berpikir kritis dan reflektif.

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diterapkan menekankan tiga pilar utama, yakni cinta ilmu, cinta lingkungan, dan cinta diri serta sesama manusia. Dalam praktiknya, peserta didik diajak memahami konsep fluida dinamis melalui fenomena nyata, seperti aliran air dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tidak hanya menumbuhkan pemahaman konseptual, tetapi juga kesadaran ekologis untuk menggunakan sumber daya air secara bijak.

Pendekatan deep learning semakin memperkuat proses pembelajaran dengan mendorong peserta didik untuk tidak sekadar menghafal konsep, melainkan memahami makna di baliknya. Peserta didik dilatih untuk menganalisis hubungan antara debit, tekanan, dan kecepatan aliran, serta mengaitkannya dengan berbagai fenomena kontekstual, seperti sistem perpipaan hingga prinsip kerja pesawat terbang.

Suasana pembelajaran dirancang interaktif melalui model discovery learning berbasis permainan edukatif. Dalam kegiatan ini, peserta didik aktif berdiskusi, memecahkan masalah, serta mengemukakan pendapat dengan percaya diri. Proses ini sekaligus membangun keterampilan kolaborasi, kemandirian, dan penalaran kritis sebagai bagian dari profil lulusan yang diharapkan.

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa penerapan KBC dan deep learning merupakan bagian dari strategi madrasah dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan tantangan zaman. “Kami ingin memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses yang bermakna. Dengan KBC dan deep learning, peserta didik tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan kesadaran sosial,” ungkapnya.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga menunjukkan peran MAN 2 Yogyakarta sebagai ruang aktualisasi bagi calon pendidik dalam mengembangkan kompetensi profesional dan pedagogis. Madrasah menjadi ekosistem belajar yang tidak hanya membina peserta didik, tetapi juga menyiapkan calon pendidik yang adaptif, inovatif, dan berkarakter.

Dengan konsistensi dalam mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta dan pendekatan deep learning, MAN 2 Yogyakarta semakin menegaskan diri sebagai madrasah unggulan nasional yang mampu menghadirkan pembelajaran bermakna, humanis, dan berorientasi masa depan. (pusp)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp