Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Dua siswa MAN 2 Yogyakarta, Lintang Masayu Syarifa dan Abid Zaki Pratama, mengikuti kegiatan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (Model United Nations/MUN) dalam ajang FGD MUN LIBA 2026 yang diselenggarakan di MAN 1 Yogyakarta pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para peserta dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, diplomasi, dan komunikasi internasional.
Pada simulasi sidang tersebut, Lintang dan Abid tergabung dalam komite SOCHUM (Social, Humanitarian, and Cultural Committee) dengan mengangkat tema besar “Safeguarding Human Rights in the Fight Against Terrorism” yang berfokus pada upaya pencegahan radikalisasi di internet. Dalam forum tersebut, keduanya mendapat amanah sebagai delegasi United Kingdom (Inggris) dan memperjuangkan gagasan tentang penanggulangan terorisme digital secara efektif tanpa mengorbankan hak masyarakat melalui kebijakan pemutusan akses internet (internet shutdown).
Sebelum mengikuti sidang, kedua siswa melakukan riset mendalam mengenai isu terorisme siber, termasuk mempelajari regulasi dan kebijakan yang berlaku di Inggris seperti Online Safety Act 2023 serta strategi nasional penanggulangan terorisme CONTEST Framework. Persiapan yang matang tersebut menjadi bekal penting dalam menyampaikan argumentasi dan menyusun solusi selama jalannya sidang.
Saat sidang berlangsung, suasana formal dan penuh dinamika layaknya forum diplomasi internasional sesungguhnya. Meskipun sempat merasa gugup, kedua delegasi MAN 2 Yogyakarta mampu menyampaikan pidato, pendapat, serta argumentasi secara meyakinkan. Momen paling berkesan terjadi pada sesi Unmoderated Caucus, ketika mereka aktif bernegosiasi dengan delegasi dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Prancis. Melalui proses diskusi dan diplomasi tersebut, mereka berhasil berkontribusi dalam penyusunan working paper dan draft resolution sebagai bentuk kesepakatan bersama.
Menurut Lintang Masayu Syarifa, pengalaman mengikuti simulasi sidang PBB ini membuka wawasan baru mengenai isu-isu global dan hubungan internasional. Selain melatih kemampuan public speaking, kegiatan ini juga mengasah keterampilan negosiasi, kerja sama tim, serta kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan dunia.
Keikutsertaan siswa dalam kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak madrasah. Proses persiapan dan pembinaan dilakukan oleh guru pembimbing, Annisa Salwa Hafidzah, S.Si. dan Nuning Setianingsih, S.Si., M.Pd., yang secara intensif mendampingi peserta dalam melakukan riset, menyusun posisi negara, hingga berlatih teknik presentasi dan diplomasi.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas semangat dan prestasi siswa dalam mengikuti kegiatan bertaraf internasional tersebut. Beliau berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi global, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap berbagai isu kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Melalui ajang FGD MUN LIBA 2026, MAN 2 Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan karakter, kepemimpinan, dan wawasan internasional peserta didik. Pengalaman ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para siswa untuk terus berprestasi dan suatu saat dapat berperan sebagai delegasi Indonesia di forum internasional yang sesungguhnya. (Nuning Setianingsih)
Berikan Komentar