STARLING MAN 2 Yogyakarta Turun ke Pantai Sepanjang, Perkuat Riset Ekosistem Pesisir Berbasis Lapangan

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Pembelajaran berbasis riset kembali diperkuat oleh Program Studi Riset dan Lingkungan (STARLING) kelas XI MAN 2 Yogyakarta melalui kegiatan penelitian ekosistem pesisir di Pantai Sepanjang, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi madrasah menanamkan literasi sains, kepedulian lingkungan, serta kepekaan sosial kepada murid melalui pengalaman belajar langsung di alam.

Dalam penelitian lapangan tersebut, murid STARLING melakukan inventarisasi awal keanekaragaman biota laut di zona pasang surut. Beragam organisme seperti moluska, krustasea, ikan kecil, rumput laut, dan lamun diamati untuk memotret kondisi ekosistem pesisir. Murid juga mengambil sampel air laut guna mengamati tingkat kejernihan serta indikasi pencemaran yang mungkin timbul akibat aktivitas manusia dan pariwisata.

Koordinator STARLING, Nur Suciowati, S.HI., menjelaskan bahwa riset lapangan ini dirancang untuk membangun kesadaran ekologis murid berbasis data dan pengamatan nyata. Menurutnya, laut perlu dipahami sebagai ekosistem hidup yang saling terhubung, bukan sekadar ruang wisata. Pendamping kegiatan, Nurul Zulaikha, S.Pd., menambahkan bahwa keterlibatan langsung murid melatih keterampilan observasi, pencatatan ilmiah, serta refleksi kritis terhadap persoalan lingkungan.

Kegiatan STARLING ini mendapat dukungan penuh dari jajaran madrasah. Wakil Kepala Madrasah Bidang Kehumasan MAN 2 Yogyakarta, Rita Setyowati, M.Pd., mengapresiasi penelitian lapangan tersebut sebagai praktik pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan sains, lingkungan, dan pembentukan karakter. “Murid tidak hanya mengenali biota laut, tetapi juga belajar bertanggung jawab terhadap kelestarian alam,” ujarnya.

Dari sisi pendampingan akademik, kegiatan ini didampingi oleh para guru Srimarlina, S.Pd., M.A.; Firda Nandara, S.Pd.; Indra Ristanto, S.Hum.; serta Dra. Ida Puspita, M.Pd.Si. Kehadiran para guru pendamping memastikan proses riset berjalan aman, terarah, dan sesuai dengan kaidah pembelajaran ilmiah di lapangan.

Seluruh rangkaian penelitian dilaksanakan dengan panduan lembar kerja kegiatan (LJK) yang disusun oleh Nurul Zulaikha, S.Pd. dan Nuning Setianingsih, S.Si., M.Pd. Panduan ini membantu murid melakukan observasi terstruktur, analisis sederhana, serta menyusun refleksi ilmiah atas temuan lapangan. Hasil riset akan dipresentasikan di sekolah dan dirangkum sebagai bahan edukasi bagi murid lainnya.

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pesan agar kegiatan riset lapangan seperti STARLING menjadi budaya belajar yang berkelanjutan. Ia berharap murid mampu menumbuhkan kepedulian ekologis yang berangkat dari pengetahuan ilmiah dan diwujudkan dalam tindakan nyata. “Melalui riset langsung di lapangan, murid belajar memahami alam, menghargai kehidupan, dan mengambil peran aktif dalam menjaga lingkungan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, STARLING MAN 2 Yogyakarta menegaskan komitmennya menghadirkan pembelajaran bermakna yang berpijak pada realitas lingkungan sekitar serta berorientasi pada solusi berkelanjutan bagi masa depan. (pusp)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp