Suara Generasi Muda Bergema, Tembang Macapat Jadi Ruang Pelestarian Budaya

Hafiz Helga unjuk keterampilan bernyanyi macapat

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Suasana peringatan Bulan Bahasa di MAN 2 Yogyakarta berlangsung meriah dan khidmat. Rabu, (21/10/2026) di tengah derasnya arus modernisasi, tradisi budaya Jawa hadir mencuri perhatian melalui penampilan Helga, Juara 1 Lomba Pranatacara (pembawa acara bahasa Jawa). Pada momen penyerahan penghargaan, Helga memberikan persembahan istimewa dengan melantunkan tembang Macapat Mingkar-Mingkuring Angkara (Pangkur).

Dengan suara merdu dan penghayatan mendalam, Helga membawakan tembang klasik tersebut hingga memukau para siswa dan guru yang hadir. Suasana ruangan yang semula ramai seketika berubah hening, larut dalam keindahan laras dan untaian bait yang sarat filosofi. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa tembang Macapat bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan karya seni yang tetap hidup dan mampu menyentuh generasi muda.

Pihak MAN 2 Yogyakarta memberikan apresiasi atas keberanian dan kecintaan Helga dalam melestarikan budaya Jawa. Momen ini menunjukkan bahwa generasi muda madrasah tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepedulian terhadap kekayaan tradisi daerah. Melalui peringatan Bulan Bahasa 2026, MAN 2 Yogyakarta terus mendorong siswa untuk mengekspresikan potensi diri sekaligus menjaga warisan budaya bangsa agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang. (jil)

 


wa Chat via WhatsApp