Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Sebuah buku dapat menjadi ruang untuk mengenali perasaan, memahami perjalanan hidup, sekaligus menemukan pesan sederhana yang bermakna. Hal tersebut dirasakan Sugiwidyatni Gilang Handayani, siswa kelas X D MAN 2 Yogyakarta, saat membagikan pengalaman membacanya melalui program literasi “Baca, Balik, Cerita” di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Senin (14/09/2026) pukul 13.50 WIB.
Dalam kesempatan tersebut, Sugiwidyatni mereview buku Rindu yang Baik untuk Kisah yang Pelik karya Boy Candra. Buku tersebut membawanya pada kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan dan menghadirkan beragam emosi. Ia mengaku merasakan perasaan yang campur aduk selama membaca, karena setiap kisah mampu menghadirkan suasana dan perenungan yang berbeda.
“Buku ini membuat saya merasakan banyak hal. Ada bagian yang membuat sedih, tetapi juga membuat saya berpikir dan belajar memahami arti sebuah perjalanan,” ungkap Sugiwidyatni.
Salah
satu pesan yang paling membekas baginya adalah pentingnya menghargai waktu.
Menurutnya, waktu yang telah berlalu tidak dapat kembali, sehingga setiap
kesempatan sebaiknya dijalani dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Pustakawan
MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A. Md, turut mengapresiasi keberanian Sugiwidyatni
dalam menyampaikan pengalaman membaca. Nuryanti merasa terharu karena kegiatan
sederhana seperti mereview buku ternyata mampu membuat siswa berhenti sejenak,
mengolah apa yang dibaca, kemudian menghubungkannya dengan kehidupan.
“Yang
membuat saya terharu adalah ketika siswa tidak sekadar membaca, tetapi mampu
menemukan makna dari bacaannya. Dari sebuah buku, lahir cerita, perasaan, dan
pembelajaran yang bisa dibagikan kepada orang lain,” tutur Nuryanti.
Kegiatan
tersebut menjadi bagian dari program literasi “Baca, Balik, Cerita” yang
dikembangkan Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Melalui program ini, siswa tidak
hanya diajak untuk meminjam dan membaca buku, tetapi juga mengembalikan buku,
menceritakan pengalaman membaca, menuliskan review, serta memberikan apresiasi
terhadap karya yang telah dibaca.
Melalui budaya membaca yang dilanjutkan dengan berbagi cerita, perpustakaan diharapkan semakin menjadi ruang tumbuh bagi siswa untuk berpikir, berekspresi, dan menemukan makna dari setiap halaman yang mereka baca. Baca bukunya, rasakan ceritanya, temukan maknanya, lalu bagikan. Karena setiap bacaan selalu menyimpan cerita yang layak untuk diceritakan. (nur)
Berikan Komentar