Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Kecemasan menjadi bagian dari kehidupan manusia modern. Banyak hal dipikirkan, dikhawatirkan, bahkan dipikirkan berulang kali meski sebenarnya berada di luar kendali. Gagasan inilah yang menarik perhatian Adam Tresna Bumi, siswa kelas XII C MAN 2 Yogyakarta, saat membaca buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring.
Bagi
Adam, buku tersebut bukan sekadar bacaan tentang filsafat, tetapi juga
memberikan cara pandang yang dekat dengan persoalan kehidupan sehari-hari. Ia
menemukan bahwa ketenangan dapat dimulai dari kemampuan membedakan mana yang
bisa dikendalikan dan mana yang harus dilepaskan.
“Manusia
zaman sekarang itu banyak yang cemas. Menurut saya, salah satu cara untuk
mengurangi kecemasan adalah fokus pada apa yang bisa kita kendalikan dan tidak
terlalu mengkhawatirkan apa yang memang tidak bisa kita kendalikan,” kata Adam
saat menyampaikan review bukunya di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Senin
(24/08/2026) pukul 12.30 WIB.
Adam
menilai Filosofi Teras sangat relate bagi orang-orang yang sedang berusaha
menemukan ketenangan dalam menjalani kehidupan. Dari buku tersebut, Ia juga
memperoleh pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih terbuka dalam melihat
berbagai persoalan.
“Pelajaran
yang saya dapat adalah saya bisa lebih open minded terhadap berbagai sudut
pandang. Saya jadi belajar untuk tidak langsung memberikan penilaian dan
mencoba memahami sesuatu dari sisi yang berbeda,” ujarnya.
Cerita
Adam tentang Filosofi Teras disampaikan dalam kegiatan “Baca, Balik, Cerita”
bersama Pustakawan Nuryanti A. Md. Bagi Nuryanti, hal menarik dari kegiatan ini
bukan hanya ketika siswa mampu menyelesaikan sebuah buku, tetapi ketika mereka
mampu menemukan sesuatu yang bermakna dari buku tersebut dan menghubungkannya
dengan kehidupan.
“Buku
akan menjadi lebih berarti ketika pembacanya menemukan pesan yang dekat dengan
kehidupannya. Melalui Baca, Balik, Cerita, kami ingin siswa tidak hanya
membaca, tetapi juga berani menyampaikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan
setelah membaca,” tutur Nuryanti.
Dari
sebuah buku tentang filsafat, Adam membawa pulang satu pemahaman sederhana:
tidak semua hal harus dipikirkan, apalagi dikendalikan. Ada hal-hal yang memang
berada dalam kuasa manusia, dan ada pula yang perlu diterima dengan lapang.
Inilah
semangat “Baca, Balik, Cerita” di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta membaca untuk
menemukan makna, mengembalikan buku dengan membawa pelajaran, lalu
menceritakannya agar manfaatnya tidak berhenti pada satu pembaca. (nur)
Berikan Komentar