Tasyakuran WBK KemenPANRB, Man 2 Yogyakarta Perkuat Langkah Menuju WBBM


Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Suasana khidmat sekaligus penuh semangat mewarnai kegiatan tasyakuran pada Jumat (13/02/2026) di aula lantai 3, atas diraihnya predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) oleh MAN 2 Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh warga madrasah untuk melangkah lebih jauh menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).


Acara diawali dengan yel-yel khas “Mandaya Digdaya” (Dedikatif, Integritas, Gesit, Disiplin, Adaptif, Yakin, Amanah) yang menggema, mencerminkan semangat kolektif dalam membangun budaya kerja berintegritas. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah H. Sidik Pramono, S.Ag, M.S, Kakamenag Kota Yogyakarta H. Ahmad Shidqi, S.Psi, M.Eng, serta sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk unsur, pengawas, komite, aparat wilayah seperti Kapolsek, Danramil, Babinsa Ngampilan, Kepala Madrasah periode sebelumnya, Drs. Mardi Santosa, Singgih Sampurno, S.Pd, M.A, Kepala Tata Usaha sekaligus Ketua ZI, Isti Wahyuni, SE, MM, mitra madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik.

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa predikat WBK bukanlah capaian instan, melainkan hasil dari perjuangan panjang, pendampingan berkelanjutan, serta kolaborasi seluruh pihak. “Alhamdulillah, capaian ini tidak diraih secara tiba-tiba. Ada proses panjang selama bertahun-tahun dengan dukungan, doa, dan pendampingan tanpa henti. Kunci keberhasilan kami adalah soliditas dan komitmen bersama,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada Menteri Agama, Inspektorat Jenderal, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Direktorat KSKK, GTK, dan Ortala Pendis, Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, para pengawas, komite, pemerintah wilayah, civitas MAN 2 Yogyakarta, serta seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh dan lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Lebih lanjut, Hartiningsih menegaskan bahwa predikat WBK bukan sekadar simbol administratif, melainkan representasi komitmen dan kesungguhan dalam menghadirkan layanan publik yang cepat, ramah, transparan, dan jujur. “Pengukuhan ini bukan akhir, melainkan titik awal untuk membangun budaya kerja yang lebih kuat, berintegritas, dan berorientasi pada mutu. Jangan berhenti pada seremoni, tetapi terus berinovasi, maju, dan berprestasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian MAN 2 Yogyakarta. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi kontribusi nyata dalam pembangunan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama. “Jumlah satuan kerja yang meraih WBK masih sangat sedikit, bahkan belum mencapai satu persen. Untuk tingkat madrasah, baru beberapa yang berhasil, dan MAN 2 Yogyakarta menjadi salah satu yang membanggakan. Ini merupakan prestasi yang luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa capaian WBK harus menjadi pijakan untuk target yang lebih tinggi. “Dalam waktu dekat, MAN 2 Yogyakarta diharapkan mampu meraih WBBM sebagai wujud pelayanan terbaik kepada masyarakat,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY menyampaikan bahwa tasyakuran ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian awal dari upaya menginspirasi madrasah lain. “WBK bukan hanya predikat, tetapi amanah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Pengalaman MAN 2 Yogyakarta dalam meraih WBK harus dapat ditularkan kepada madrasah lain,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa setelah meraih WBK, tidak ada ruang untuk berpuas diri. “Setelah WBK bukan berarti berhenti, apalagi menjadi ‘kaum rebahan’. Justru harus bergerak lebih cepat untuk meraih WBBM,” tegasnya.

Tasyakuran ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai integritas tidak hanya dalam organisasi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan komitmen bersama seluruh elemen madrasah, MAN 2 Yogyakarta optimistis terus melaju sebagai institusi pendidikan yang kokoh berintegritas, unggul dalam mutu, serta menjadi teladan dalam reformasi birokrasi pendidikan. (pusp)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp