Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Kisah cinta dan kehidupan yang mengharukan dalam novel Bandung Menjelang Pagi karya Brian Krisna menggugah emosi Rafsanjani Aflah, siswa kelas XI D MAN 2 Yogyakarta. Aflah mengulas novel tersebut bersama Pustakawan Nuryanti A. Md. di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Selasa (27/10/2026) pukul 11.45 WIB.
Aflah
menceritakan perjalanan kehidupan Dipa dan Vinda yang begitu menyentuh hingga
akhirnya keduanya harus terpisah oleh maut. Vinda yang memiliki latar belakang
penyakit sama seperti ibu Dipa membuatnya simpati dan berjuang demi kebahagiaan
dan kesembuhan Vinda. Rafsanjani Aflah mengaku sedih bahkan sampai menangis
saat membaca kisah tersebut.
“Pesan
moral yang saya dapatkan adalah tetaplah menjadi orang baik dan hargailah orang-orang
di sekitar kita yang menyayangi kita,” ungkap Aflah.
Nuryanti
mengaku terharu mendengarkan ulasan Aflah yang disampaikan secara runtut dan
penuh penghayatan. Menurutnya, Aflah memiliki kemampuan bercerita yang kuat
sehingga pendengarnya seolah terhipnotis mengikuti alur kisah yang disampaikan.
“Ketika
sebuah cerita mampu membuat kita ikut merasakan kesedihan tokohnya, di situlah
kita belajar memahami perasaan orang lain. Ulasan Aflah mengingatkan kita agar
tidak menyia-nyiakan kehadiran orang-orang yang menyayangi kita,” tutur
Nuryanti.
Aflah
mengatakan bahwa kisah Dipa dan Vinda membuatnya semakin menyadari pentingnya
menghargai orang-orang terdekat selama masih ada kesempatan.
Kegiatan
ini merupakan bagian dari CALITA (Baca Balik Cerita), program literasi
Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta yang mengajak warga madrasah untuk membaca buku,
menceritakan kembali isinya, serta membagikan pesan moral kepada orang lain.
Melalui CALITA, membaca bukan sekadar aktivitas memahami tulisan, melainkan
juga perjalanan menumbuhkan empati dan mengambil hikmah dari setiap kisah
kehidupan. (nur)
Berikan Komentar