Terpisah Takdir, Dipertemukan Kembali: Anisah Kamila Petik Makna Cinta dalam Novel HELLO Di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Anisah Kamila Meriview Buku Bersama Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Tidak semua kisah cinta berjalan sesuai harapan. Ada perasaan yang tumbuh sejak kecil, terpisah oleh keadaan, dan menyisakan kenangan yang bertahan hingga puluhan tahun. Kisah inilah yang membawa Anisah Kamila, siswi kelas XII B MAN 2 Yogyakarta, menyelami perjalanan emosional dalam novel HELLO melalui program CALITA (Baca Balik Cerita), Selasa (20/10/2026), pukul 15.30 WIB, di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta.

Bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A.Md., Anisah Kamila membagikan ulasannya tentang perjalanan hidup Tigor dan Hesti, dua sahabat sejak kecil yang perlahan menumbuhkan benih-benih cinta. Namun, hubungan mereka harus terpisah oleh kenyataan pahit ketika restu orang tua tidak berpihak pada kisah yang mereka harapkan.

Waktu terus berjalan, mereka memilih untuk tetap sendiri dan keduanya menempuh kehidupan masing-masing. Hingga akhirnya, ketika usia tak lagi muda, mereka kembali dipertemukan. Pertemuan tersebut menghadirkan kembali kenangan dan perasaan yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.

Bagi Anisah Kamila, novel HELLO menghadirkan beragam emosi sekaligus. Ia mengaku merasa senang, sedih, sekaligus kaget mengikuti perjalanan kisah Tigor dan Hesti. Perpaduan perasaan tersebut membuat cerita ini meninggalkan kesan mendalam baginya.

“Saya merasa senang, sedih, sekaligus kaget membaca novel ini. Kisah Tigor dan Hesti mengajarkan bahwa perjalanan cinta tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Ada kenyataan yang harus diterima, tetapi waktu juga bisa menghadirkan pertemuan kembali dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan,” ungkap Anisah Kamila.

Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A. Md., mengaku sangat tersentuh dengan cerita yang disampaikan Anisah Kamila. Menurutnya, kisah Tigor dan Hesti mengingatkan pembaca bahwa perjalanan hidup menyimpan banyak hal yang tidak selalu dapat dikendalikan manusia.

 “Saya sangat tersentuh dengan kisah Tigor dan Hesti. Cerita ini mengingatkan kita bahwa ada perasaan yang bertahan lama, ada perpisahan yang meninggalkan kenangan, dan ada pertemuan kembali yang datang ketika kehidupan telah membawa seseorang melewati banyak hal. Melalui sastra, siswa dapat belajar memahami perasaan, menghargai perjalanan hidup, dan memaknai setiap pertemuan dengan lebih bijaksana,” tutur Nuryanti.

Melalui program CALITA, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus menghadirkan ruang bagi siswa untuk tidak sekadar membaca, tetapi juga menghayati cerita, mengungkapkan pemikiran, dan membagikan nilai-nilai kehidupan yang mereka temukan dalam buku.

Ulasan Anisah Kamila menjadi pengingat bahwa sebuah novel bukan hanya rangkaian kata dan peristiwa. Di dalamnya, tersimpan kisah yang dapat menyentuh hati, membuka sudut pandang baru, dan mengajak pembaca merenungkan arti cinta, waktu, serta penerimaan. CALITA — Baca Balik Cerita: Cinta Membaca, Bercerita, dan Menginspirasi Sesama. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp