Tim KTI MAN 2 Yogyakarta Lolos 15 Besar Nasional MARS #13 UNY dengan Inovasi IoT Pertanian

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Kabar membanggakan datang dari dunia riset siswa. Tim Karya Tulis Ilmiah (KTI) MAN 2 Yogyakarta berhasil terpilih sebagai salah satu dari 15 finalis nasional dalam ajang bergengsi MIPA Road to Scientific Paper (MARS) #13 yang diselenggarakan oleh FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.

Dalam kompetisi tingkat nasional ini, tim yang beranggotakan Tsabita Shafa Atahardani (XI E), Khumaira Nafla Miftahhusna (XI E), dan Nida Izza Nurussyifa (XI D) mengusung penelitian inovatif yang meneliti tentang  Penerapan Teknologi IoT pada Sistem Pengendali Hama Padi Bertenaga Surya.

Penelitian tersebut memfokuskan pada pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) dan energi terbarukan (surya) untuk menjawab tantangan ketahanan pangan melalui sistem pengendalian hama yang lebih cerdas, efisien, dan ramah lingkungan. Gagasan ini dinilai relevan dengan tema besar lomba tahun ini yang mengangkat pendekatan STEM dalam menyelesaikan permasalahan nyata sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Setelah berhasil menyisihkan ratusan peserta dari seluruh Indonesia pada tahap seleksi abstrak hingga full paper, tim KTI MAN 2 Yogyakarta dijadwalkan melaju ke babak final yang akan dilaksanakan secara luring di Universitas Negeri  Yogyakarta pada 9 Mei 2026. Pada tahap ini, para finalis akan mempresentasikan karya sekaligus mengikuti pameran hasil penelitian (expo) di hadapan dewan juri.

Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan intensif pembimbing riset, Indra Dwi Suryanto, M.Engg., serta koordinasi riset oleh Nuning Setianingsih, S.Si., M.Pd.

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan harapannya atas capaian tersebut.
“Prestasi ini merupakan bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat nasional dengan ide-ide inovatif berbasis sains dan teknologi. Kami berharap tim dapat memberikan yang terbaik di babak final serta terus mengembangkan riset yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, pembimbing riset Indra Dwi Suryanto menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi.
“Penelitian ini bukan sekadar untuk lomba, tetapi diharapkan dapat menjadi solusi nyata di bidang pertanian, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Koordinator riset, Nuning Setianingsih, juga menyampaikan pesan motivatif kepada seluruh siswa.
“Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk berani meneliti, berpikir kritis, dan menghadirkan solusi berbasis sains terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar,” tuturnya.

Dengan capaian ini, MAN 2 Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan budaya riset, inovasi, serta pembelajaran berbasis literasi sains di kalangan peserta didik. (Nuning Setiyaningsih)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp