Upgrade Kompetensi Global: Guru Bahasa Jepang MAN 2 Yogyakarta, Antusias Belajar “Marugoto” Bersama Japan Foundation

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Semangat meningkatkan kompetensi diri kembali ditunjukkan para pendidik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 22 guru Bahasa Jepang dari jenjang SMA/SMK/MA serta pengajar LPK mengikuti kegiatan MGMP bertema “Japanese Language Brush-Up! with Marugoto” pada Jumat (27/02/2026) di Ruang Arafah, Tasneem Hotel Malioboro, Yogyakarta.

Kegiatan ini menghadirkan Kadoi Minako, M.A., Japanese Language Specialist (JLS) dari The Japan Foundation, sebagai narasumber tunggal. Dalam pemaparannya, Kadoi memperkenalkan buku ajar Marugoto B-1 yang dirancang khusus bagi pembelajar dewasa dengan pendekatan berbasis JF Standard (Standar Pendidikan Bahasa Jepang). Buku ini tidak hanya menekankan aspek kebahasaan, tetapi juga kemampuan berkomunikasi secara nyata, memahami lawan bicara, serta menyampaikan gagasan secara efektif.

Lebih lanjut, Kadoi menjelaskan bahwa Marugoto B-1 memiliki lima karakteristik utama, yaitu meningkatkan kemampuan komunikasi dalam situasi nyata, membangun sikap adaptif terhadap bahasa Jepang autentik, menekankan strategi berbahasa, menghadirkan topik yang relevan bagi pembelajar di luar Jepang, serta menghubungkan pembelajaran dengan konteks kehidupan di luar kelas. Pendekatan ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hidup, kontekstual, dan menyenangkan.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak merasakan langsung pengalaman sebagai pembelajar bahasa. Di akhir sesi, seluruh peserta yang hadir secara tatap muka mendapatkan buku Marugoto B-1 sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Jepang di sekolah masing-masing.

Salah satu peserta, Diah Wijiastuti, S.S., guru Bahasa Jepang MAN 2 Yogyakarta, mengungkapkan kesan mendalam terhadap kegiatan ini. “Selama ini kita sering mengikuti pelatihan untuk meningkatkan metode mengajar. Namun kali ini, kami justru belajar sebagai pembelajar bahasa. Rasanya seperti kembali menjadi mahasiswa, dan ini pengalaman yang sangat berkesan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Kadoi juga berpesan agar para guru tidak berhenti belajar. Ia menekankan pentingnya upgrade kompetensi secara berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek pedagogik, tetapi juga keterampilan berbahasa itu sendiri. Dengan demikian, guru dapat menjadi teladan sekaligus fasilitator pembelajaran yang inspiratif dan relevan dengan tuntutan global.

Kegiatan MGMP ini menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga pada penguatan kapasitas guru sebagai pembelajar sepanjang hayat. Semangat ini diharapkan terus tumbuh, seiring dengan kebutuhan akan generasi yang siap bersaing di kancah internasional. (Diah Wijiastuti_Bhs. Jepang)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp