Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Kunjungan Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, ke MAN 2 Yogyakarta meninggalkan kesan mendalam. Berbagai keunggulan madrasah, mulai dari tata kelola modern, pelestarian budaya, hingga ekosistem prestasi, membuat Wamenag menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian dan inovasi yang ditampilkan. Hal ini ditegaskan saat kunjungan pada Sabtu (03/01/2026) di MAN 2 Yogyakarta.
Wamenag menilai MAN 2 Yogyakarta memiliki karakter kuat dan keunikan yang jarang ditemui di madrasah lain. Keberadaan kawasan cagar budaya di lingkungan madrasah menjadi bukti komitmen pelestarian sejarah yang diintegrasikan dengan pembelajaran kontekstual, menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan karakter peserta didik.
Kekaguman juga tertuju pada gedung parkir termegah tiga lantai yang tertata rapi dan fungsional. Fasilitas ini dinilai sebagai terobosan visioner dalam manajemen sarana prasarana, mencerminkan perencanaan matang, kenyamanan, serta kepedulian pada lingkungan belajar yang aman dan tertib, sebuah inovasi yang disebut Wamenag belum dijumpainya pada kunjungan sebelumnya.
Pada aspek literasi, perpustakaan MAN 2 Yogyakarta yang menyandang predikat perpustakaan terbaik ke empat nasional, menjadi sorotan utama. Di bawah kepemimpinan Sri Narwanti, S.Pd., M.Pd., peraih Juara 1 nasional GTK Kementerian Agama RI, perpustakaan berkembang sebagai pusat literasi, riset, dan inovasi pembelajaran, menjadi jantung intelektual yang menggerakkan budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis.
Hadir pula Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, yang menyampaikan kebanggaan sekaligus kedekatan emosionalnya dengan MAN 2 Yogyakarta. Kakanwil menegaskan bahwa MAN 2 Yogyakarta memiliki tempat istimewa dalam perjalanan pendidikan di DIY dan terus melahirkan generasi unggul berkarakter. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa ibundanya merupakan alumni MAN 2 Yogyakarta, sehingga merasa bangga menyaksikan madrasah almamater ibundanya tumbuh progresif dan berdaya saing tinggi.
Rangkaian keunggulan tersebut berpadu dengan torehan 414 prestasi yang telah diraih MAN 2 Yogyakarta di berbagai bidang akademik, riset, keagamaan, olahraga, seni, hingga inovasi layanan, pada level regional, nasional, dan internasional. Capaian ini menjadi bukti konsistensi ekosistem madrasah yang dibangun melalui kolaborasi dan kerja berkelanjutan.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diberikan. Ia menegaskan bahwa seluruh capaian adalah buah kerja bersama guru, tenaga kependidikan, peserta didik, komite, serta dukungan orang tua. “Prestasi bukan tujuan akhir, melainkan pijakan untuk terus meningkatkan mutu layanan. Harapan kami, MAN 2 Yogyakarta senantiasa melahirkan generasi berakhlak mulia, berprestasi, berdaya saing global, dan tetap kokoh pada nilai keislaman serta kebangsaan,” ujarnya.
Dengan sinergi prestasi, pelestarian budaya, fasilitas modern, dan kepemimpinan visioner, MAN 2 Yogyakarta kian mantap meneguhkan diri sebagai madrasah rujukan nasional yang inspiratif dan adaptif terhadap tantangan zaman
Pada kunjungan Wamenag ini, hadir pula Kepala Kakamenag Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, S.Psi., M, Eng, Ka. Subbag TU: H. Ahmad Mustafid, S.Ag. M. Hum, Ka. Seksi Pendidikan Madrasah: Elfa Tsurroya, S.Ag, M.Pd.I, Pengawas MA, Evi Effrisanti, S.TP, Ketua Komite MAN 2 Yogyakarta, Drs. H. Nur Abadi, MA, sebagai representasi dukungan orang tua dan masyarakat, serta Kepala Tata Usaha MAN 2 Yogyakarta, Isti Wahyuni, S.E., M.M., pengasuh asrama Puguh Mahardika, S.Pd, segenap guru dan tenaga kependidikan menunjukkan soliditas dan kesiapan madrasah dalam melayani peserta didik di berbagai kondisi. (pusp)
Berikan Komentar